Binongko, Untuk dan Milik Siapa?

Juh Lim
Karya Juh Lim Kategori Inspiratif
dipublikasikan 18 Februari 2016
Binongko, Untuk dan Milik Siapa?

BINONGKO, Untuk dan Milik Siapa?..?

Oleh: JUHLIM

?

Untuk menyikapi pertanyaan di atas, maka membutuhkan sebuah renungan khusus yang nantinya akan di temukan suatu jawaban dari pertanyaat tersebut. Tidak asing lagi bagi kita, ternyata Binongko memiliki dua etnis masyarakat, diantaranya masyarakat Cia-Cia dan Kaumbeda (Mbeda-Mbeda). Hal itu merupakan suatu keunikan tersendiri yang dimiliki Binongko, dan tidak ditemukan di daerah lain di wilayah Wakatobi. Berdasarkan konsep kebudayaan, berarti Binongko memiliki kekayaan Budaya, dimana disamping kebudayaan CiaCia dan Kaumbeda. Oleh karena itu, menjaga kelestarian budaya harus kita tumuhkan di mulai sejak dini. Jika tidak, maka kebudayaan itu semakin akan sirnah bahkan akan hilang seiring perkembangan jaman.

Sebuah kekayaan dan berbagai macam potensi yang dimiliki, tentu hal ini akan membuat peluang kearah kemajuan. Namun potensi yang demikian banyak, jika tidak diolah dan dikembangan dengan baik malah akan membawah suatu dampak berupa ketertinggalan. Nah, hal ini yang terjadi di Pulau Binongko itu sendiri. Kalau di banyangkan, itu merupakan sebuah keanehan bagi pulau Binongko sendiri. Karena sudah banyak kaum terpelajar yang kini telah berhasil yang berasal dari sana. Suatu lelucon bagi siapapun yang mengengarnya. Sebenarnya Binongko milik siapa? Betapa ironisnya, pulau yang berada yang di wilayah taman wisata nasional bahkan di kenal di internasional, tapi tertinggal jauh.

Akan bagaimana nasib Binongko kedepannya, jika kita tidak pernah merasa memiliki Binongko. Sudah begitu banyak kaum pemikir, tapi mereka tak pernah memikirkan nasib Binongko yang mereka pikirkan hanya keluarga, teman politukus, memperkaya diri, dan mencari koalisi. Sebenarnya penulis, meragukan para Anggota Dewan yang berasal dari Binongko, apa yang mereka pikirkan selama ini. Datang di Binongko jika ada maksud tertentu, kalau bukan persolan pilkada ataupun menebarkan kebohongan kepada masyarakat. Kebanyakan kaum pelajar Binongko saat ini, kuliah hanya ingin supaya dapat kerja. Mereka pantas di sebut sebagai perpanjangan tangan kapitalis. Kalau di berikan pertanyakan soal Binongko ke depan, mereka hanya diam. Sudah ada organisasi perkumpulan kaum pelajar Binnongko, salah satu tujuannya untuk memikirkan masa depan Binongko, tapi di jadikan wadah untuk cari nama dan kekuasaan.

Sementara itu, pengaruh pilkada tidak pernah hilang. Selalu ada permusuhan, hanya persoalan berbeda pilihan. Masyarakat lupa, selama ini mereka hanya di perbodohi oleh kepentingan para politikus. Dan siapapun yang terpilih, ujung-ujunga akan lupa juga dengan Binongko. Diperparah lagi dengan keadaan masyarakat yang mudak di perbodohi. Akibat dari itu, kerukunan antara sesama masyarakat akan terpecah.

Golongan tua (yang duduk di pemerintahan) selama ini tidak pernah memberikan kesempatan kepada Golongan Muda (Mahasiswa) mempertanyakan soal Binongko. Akibatnya, permalasahan di Binongko tidak akan pernah terselesaikan. Kalau kita kembali membuka lembaran sejarah, ternyata yang membawa Indonesia merdeka adalah para golongan Muda. Karena golongan mudahlah yang mendesak Bung Karno dan Bung Hatta, agar segera membacakan proklamasi kemerdekaan. Karena menurut golongan tua harus menunggu kesepakatan dengan Jepang. Namun, golongan Muda tidak sependapat dengan golongan tua. Sebab itu, seharusnya belajar dari sejarah masa lalu.

Penulis dan teman-teman dalam GBC (Gerakan Binongko Cerdas) selalu mendiskusikan persoalan-persolan yang di hadapi masyarakat Binongko. Namun sayangnya, perjuangan kami akan sia-sia jika tanpa partisipasi dari masyarakat. Selama ini, yang mendorong kami untuk memikirkan persoalan di Binongko, sebab kami juga merasa memiliki Binongko. Kurangnya jiwa nasionalisme dan selalu mempertahankan egosentris yang telah melanda masyarakat Binongko kesemuanya, harus kita hapuskan sampai ke akar-akarnya. Karena pada dasarnya, hanya dengan saling menerima satu sama lain, bersatu, saling membantu antara sesama, nasib Binongko ke depan akan gemilang. Binongko bersatu....!!!

  • view 59