Lelaki Itu Bernama Rami!

Jufra Udo
Karya Jufra Udo Kategori Politik
dipublikasikan 06 Maret 2016
Lelaki Itu Bernama Rami!

KETIKA akhir Desember lalu, Rami Musrady Zaini (RMZ) menyatakan ia siap maju sebagai Cabup Buton 2017, pasti ada banyak pihak yang khawatir. Maklumlah RMZ masih muda. Dalam kemudaannya pula RMZ menjadi perbincangan publik. Di kalangan Muda dan pemilih rasional ia menjadi arus pembawa perubahan, di lawan politiknya kemunculannya dituduh menjadi ?pemecah konstalasi?, dan di mata politikus ia disematkan sebagai ?kuda hitam.?

Kekhawatiran itu tentu cukup beralasan, RMZ adalah juga putra daerah, yang memiliki basis sosial di Kecamatan Pasarwajo Ibu Kota Kabupaten Buton, Keluarga besarnya tidak hanya berada dalam tataran adat dan agamawan tetapi juga duduk mengambil kebijakan di Birokrasi dan Politik di Kabupaten Buton. RMZ juga dibekali dengan kemampuan intelektual dan basis jaringan yang kuat.

Cemerlang

Gaya bahasanya sederhana, berat tetapi gampang dimaknai. Ia pandai berdiplomasi, halus, intelektual, dan memiliki integritas moral. Dikalangan pemuda Buton ia selalu didekatkan dengan orang yang rasional dan budayawan, dikalangan aktivis ia dijuluki Sang Kritikus, solutif, namun tetap inklusif. Sebagian pihak lain akan menambahkan kata ?licin dan lihai?.

RMZ (31 Tahun) adalah salah satu pemikir muda paling cemerlang dalam arena pergulatan pemikiran di kalangan aktivis HMI Sulawesi Tenggara dan pemuda-pemuda Buton. Ia dikenal santun, mendengarkan, artikulatif, berkemauan keras, berbicara terbuka, islami, serta memiliki kombinasi kualitas kecendekiawanan dan aktivisme bahkan terkadang digelar Birokrat yang mahasiswa.

Pria kelahiran 1985 ini sudah menunjukkan kegandrungan berorganisasi sejak remaja. Pramuka adalah organisasi pertama yang diterjuninya. Pilihannya menjadi anggota gerakan kepanduan tidak lain karena terinspirasi ayahnya yang menjadi pembina pramuka di daerahnya Kabupaten Buton. RMZ tercatat pernah tergabung di Saka Bayangkara dan Saka Bakti Husada.

Meski sudah aktif berorganisasi sejak kecil, kecemerlangan politik RMZ berkembang dan terasah tajam ketika kuliah S1 Tahun 2004 di Universitas Haluoleo (UHO) dan berkenalan dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). HMI Cabang Kendari kemudian berhasil dipimpinnya di tahun 2007. Tetapi, RMZ bukan hanya aktivis, ia juga menjadi lulusan terbaik di jurusan Akuntansi FE UHO. Disiplin ilmu ekonomi politik (EKOPOL) adalah kajian yang diminatinya selain akuntansi yang menjadi spesialisasinya. Ia kemudian melanjutkan studi magisternya di jurusan ilmu ekonomi UHO dengan mengambil konsentrasi keuangan daerah di tahun 2012.

Terlahir sebagai seorang anak Guru RMZ juga membawa karakter pengajarnya ibarat pepatah ?Buah Jatuh tak jauh dari pohonnya. RMZ juga hadir sebagai guru yang terus melakukan pendampingan dan pengkaderan kepada mahasiswa dan pemuda. Di HMI cabang Kendari RMZ masih menjadi pengader tetap, RMZ juga masih terus melakukan pembinaan di organisasi-organisasi lain seperti Ikatan Mahasiswa Bajo Sulawesi Tenggara (IMBAS), Forum Komunikasi Mahasiswa Baubau (FORKOM B2K), Ikatan Mahasiswa Cia-Cia (IMCI) dan Ikatan Mahasiswa Pasarwajo (IMPAS).

Meretas Dua Ranah

Di tahun 2009 Rami terangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil di Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan ditempatkan di Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, di tahun yang sama ia masih diamanatkan Pengurus besar (PB) HMI menjadi koordinator Badan Koordinasi (BADKO) HMI Sulawesi Tenggara periode 2009-2011, saat itu HMI Sultra masih dibawah kebijakan BADKO Indonesia Bagian Timur. Dualisme aktivitas kemudian terjalin dalam dirinya, Birokrat sekaligus aktivis. Di tahun tersebut. Gubernur Sulawesi Tenggara Bapak Nur Alam sebagai pimpinannya di Birokrasi sementara di dunia aktivis khususnya HMI Pimpinannya adalah Chouzin Amrullah (sekarang staf ahli menteri pendidikan dan kebudayaan Anies Baswedan).

Dualisme hal itu menjadi hal yang biasa bagi RMZ, Ia sudah sepenuhnya terlatih untuk bekerja dalam dua ranah, semenjak masih aktivis mahasiswa pun RMZ sudah menjadi penulis pidato Gubernur Sulawesi Tenggara era Ali Mazi dan di tahun 2009 saat masih menjadi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ia ditugaskan untuk menjadi konseptor Ibu Gubernur Tina Nur Alam yang menjadi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Tenggara.

Sekarang dualisme aktivitas itu terus dijalaninya, beberapa NGO juga tengah dimanajerinya diantaranya Institut Ekonomic Politicia (IEP) dan The Pasarwajo. Prinsipnya ?Jika kita memiliki kemampiuan lebih, mengapa kita tidak berbuat lebih?.

Institut Ekonomic Politicia (IEP) dilahirkannya sebagai bentuk manifestasi dirinya sebagai seorang yang mencintai ekonomi dan politik, IEP selain sebentuk lembaga riset juga banyak hadir sebagai pembaharu dan pengganda dalam pengayaan-pengayaan wacana ekonomi kiri dan islami yang mencoba melawan mainstream besar arus ekonomi kapitalistik yang juga turut mempengaruhi kehidupan politik masyarakat yang semakin transaksional.

Sementara The Pasarwajo didirikan RMZ sebagai wahana eksplorasi gagasan tiada henti terhadap Kabupaten Buton dan The Pasarwajo News sebagai turunannya terinspirasi dari tokoh pers Mochtar Lubis dan Rosihan Anwar yang mendirikan koran untuk keperluan pembangunan demokrasi. The Pasarwajo News bertujuan untuk menyalurkan informasi dari rakyat untuk rakyat yang mencoba menampilkan sis-sisi lain dari masyarakat yang tak terduga dan terekam oleh sejarah.

Saat ini The Pasarwajo adalah situs yang paling sering dikunjungi kurang lebih seribu tiga ratus (1.300) orang setiap harinya, juga Grup facebook The Pasarwajo menjadi grup yang paling terfaforit dikunjungi dan dibaca. Oleh masyarakat Kabupaten Buton.

RMZ sadar hanya melalui kerja-kerja cerdas lah Kabupaten Buton akan bangkit dari kegelapan dan hanya pemimpin cerdaslah yang mampu membangkitkan itu. RMZ bukan orang yang senang mengutuk kegelapan. Baginya, lebih baik menyalakan lilin ketimbang mengeluh dan mengecam kegelapan. Karena alasan itu, bisa dipahami bahwa nama RMZ sekarang mulai disebut dalam jajaran kandidat Bupati Buton 2017. Banyak yang cemas melihat RMZ tampil sebagai calon Bupati dan mereka punya alasan kuat untuk itu***

*Sumber tulisan disini

?

  • view 199