Jembul Rambut

Jufra Udo
Karya Jufra Udo Kategori Filsafat
dipublikasikan 05 Maret 2016
Jembul Rambut

Kian dekat, kian terlihat ujud ia. Hadir dari lorong-lorong pekat, pelan-pelan menyongsong terang. Dibalik jembul rambutnya, ia memikul bakul. Tak jelas apa isinya.

Di pertengahan jalan, bakulnya mulai memercik muntah. Tumpah ruah kejijikan, tiap langkah, meter per meter. Dan menghampiri kedai. Tempat orang-orang makan ala kadarnya, mereka yang sekedar membatasi gesekan urat-urat agar terurai rapi. Agar tak lepas kendali, karena teriris gesekan.

Kian dekat, kian menerang. Orang-orang kedai juga mulai tahu. Ia lalu diseret karena muntahnya, jauh menjauh ke tepi-tepi. Diseret, tak lain untuk mengurangi tular muntah yang terus berlompatan dari jembul rambutnya.

Rupanya, bakul itu tak kuasa menahan beban. Bakulnya terpecah. Dan jembul rambutnya ikut menukik sisi-sisi bakul yang mulai terurai lemas ke jalanan. (Kendari, 2016)

  • view 146