4 Tips (Dahsyat) Menulis

Jufra Udo
Karya Jufra Udo Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 26 Februari 2016
4 Tips (Dahsyat) Menulis

Di era cyber (seperti sekarang), kebanjiran informasi jadi sesuatu yang lumrah. Sayangnya, bila kebanjiran itu tak di imbangi dengan gerakan litrasi yang mengarah pada karya-karya inspiratif, rasanya adem-ayem saja. Karenaya, kita harus mengambil peran dalam kebanjiran ini. Menulis tentunya.

Ya, menulis. Tulis apa saja yang bisa ditulis.

Awal saya mengenal inspirasi.co, saya cukup yakin jika gerakan litrasi yang maksud mendapat ruang yang cukup privelese. Di situs ini, kita menulis apa saja. Dalam hitungan detik, semua tulisan kita telah siap saji. Terima kasih inspirasi.co.

Disamping itu, inspirasi.co membawa pesan-pesan moral. Selain jadi 'ladang' indpirasi, juga menuntut kita untuk lebih tulus menulis, tanpa berharap pada fee atau honor. Saya cukup merasakan itu!

Kendati demikian, tentu tak semudah itu untuk melahirkan ide menulis. Meski ruangnya menulisnya ramah terbuka, ada-ada saja jalan untuk macet menulis. Itu juga saya rasakan. Karena, jujur saja, penulis pemula seperti saya, masih cukup merasakan derita ini. Macet menulis!

Lalu, gimana mengobati derita ini?

Sekarang saya akan mencoba berbagi tips. Tips dahsyat, dahsyat bagi saya tentunya. Mudah-mudahan bagi kita semua member situs, amin.

Setelah melalu perenungan, saya dapat menemukan cara untuk mengobati derita macet menulis. Yakni;

Pertama, lahirkan ide. Ide ada dimana saja. Bagi orang yang punya motivasi menulis, setiap waktu adalah ide untuk menulis. Tiap hari, tentu ada saja peristiwa, disinilah kita ambil peran untuk melahirkan ide menulis.

Kedua, setelah menemukan ide, catat. Kenapa? Supaya idenya tidak gampang hilang. Ide yang tercatat itulah yang kita jaddikan arsip pribadi bilamana tersedia waktu lowong untuk menulis.

Ketiga, cari kenyamanan menulis sesuai selera Anda. Apakah berbaring? Ya, lakukan saja jika itu membuat nyaman menulis. Atau mungkin menulis sembari ditemani kopi, rokok, dan musik instrumen. Pokoknya, lakukan semua selera yang menyamankan diri untuk produktif menulis.

Keempat, tulis, tulis, tulis, dan berani. Tentu ide-ide, dan kenyamanan apapun tidak akan menghasilkan apa-apa jika tidak ditembus dengan aksi. Karenanya tulislah mulai sekarang isi kepala. Dan jangan lupa, beranikan diri untuk dipublikasikan. Itu, baru layak disebut Anda berkarya! Ayo menulis sekarang, dan publikasikan karya. Hanya itu saja. Salam!

Kendari, 26 Februari 2016

  • view 80