BELAJAR ORGANISASI DI MARCHING BAND

Januari Pratama Nurratri
Karya Januari Pratama Nurratri Kategori Motivasi
dipublikasikan 17 Mei 2017
BELAJAR ORGANISASI DI MARCHING BAND

Ketika aku bertanya kepada calon anggota marching band tentang ekspektasi mereka ketika bergabung dalam tim marching band, sebagian besar menjawab sesuatu yang berhubungan dengan musik, latihan, dan penampilan. Betul memang,sekitar 70% kegiatan kemarchingband-an adalah berkisar pada hal-hal yang disebutkan diatas. Tetapi nggak banyak orang yang paham bahwa di marching band, sedikit-banyak kita akan belajar juga tentang organisasi, terlebih jika kita bergabung dalam unit marching band universitas.

Di band-band perusahaan maupun band sekolah, biasanya anggota marching band diarahkan lebih fokus untuk berlatih dan memiliki skill bermusik yang baik. Struktur kepengurusan serta manajerial yang menyediakan pendukung-pendukung latihan tersebut biasanya dipilihkan orang profesional atau bukan merupakan anggota marching band. Kondisi tersebut sangat beda dengan band kampus/universitas yang mengurus segala sesuatunya sendiri mulai dari persiapan penampilan, latihan, tampil, sampai dengan pasca penampilan. Meskipun demikian, tidak menutup kemungkinan band-band sekolah atau perusahaan juga mengasah kemampuan berorganisasi anggotanya. Saat ini sudah banyak unit-unit marching band sekolah yang membentuk kepengurusan sendiri agar anggotanya dapat belajar berorganisasi dengan baik selain belajar tentang ilmu marching band.

Didalam unit marching band biasanya terdapat komandan latihan (danlat) dan wadanlat (wakil komandan latihan) yang bertugas memimpin apel saat pembukaan dan penutupan latihan. Selain itu terdapat pula kapten dan section leader yang bertugas memimpin kelompok kecil (divisi atau section) selama latihan berlangsung. Akan sangat terasa dampak dari belajar organisasi apabila kita menjadi section leader, kapten, danlat, atau wadanlat. Kita menjadi terbiasa berbicara didepan umum, paling tidak di hadapan teman-teman satu tim, karena danlat-wadanlat bertugas untuk memberikan pidato saat apel dan memotivasi teman-temannya agar tetap konsisten dalam latihan. Sama halnya dengan kapten serta section leader yang memiliki fungsi sama dalam skup yang lebih kecil, misalnya mengkoordinir teman-teman satu divisi atau sectionnya serta memberikan dorongan, semangat, dan motivasi kepada mereka setiap dibutuhkan. Selain belajar public speaking, danlat, wadanlat, kapten, dan section leader juga harus bisa berkoordinasi dan berkomunikasi dengan baik dengan pelatih, karena mereka merupakan penyambung lidah antara pelatih dengan pemain.

Jangan sedih kalau kamu bukan section leader, kapten, wadanlat, apalagi danlat. Kamu tetap bisa belajar berbagai macam skill organisasi di marching band. Paling tidak, sebagai anggota biasa kita akan belajar untuk mendengarkan orang lain, menghargai siapapun yang berbicara didepan, baik itu pelatih maupun teman kita sendiri. Menurutku tidak semua orang bisa melakukan hal tersebut karena pada dasarnya semua orang ingin didengar.Namun, selain pandai berbicara, di marching band kita juga harus mau mendengarkan dan menghargai orang yang berbicara. Selain itu, kita juga bisa belajar untuk disiplin terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitar seperti datang latihan tepat waktu, membawa peralatan latihan, mengembalikan alat ke tempat semula ketika selesai dipakai, disiplin terhadap not dan dislpay yang dimainkan sehingga tidak merusak musik dan barisan, serta masih banyak  lagi. Belajar bekerjasama dengan orang lain (team work), memegang teguh komitmen, menggembleng mental agar tidak mudah putus asa, tidak egois, serta menjadi pribadi yang bertanggungjawab merupakan nilai-nilai keorganisasian yang bisa kita peroleh ketika bergabug dalam sebuah tim marching band.

Kalau mau belajar lebih banyak lagi tentang organisasi, jadilah tim manajer atau pengurus di unit marching band kampus/universitas. Seperti yang sudah kusampaikan sebelumnya bahwa unit marching band kampus adalah yang paling complicated dibandingkan dengan marching band lainnya, termasuk dalam hal organisasi. Hampir semua marching band memiliki pengurus yang juga merupakan anggota dari marching band tersebut, baik yang secara khusus mengurus organisasi atau merangkap sebagai pemain. Pengurus merupakan pengambil kebijakan tertinggi dalam organisasi kemarchingband-an, oleh karena itu perannya dalam menjalankan roda kehidupan di unit sangat besar. Mereka menentukan program-program unit yang akan dilaksanakan selama menjadi pengurus, mengontrak pelatih, mengadakan open recruitment cadets, mengurus segala persiapan kejuaraan atau event, bertanggungjawab atas ketersediaan alat untuk latihan, sampai dengan mencari tambahan dana melalui sponsorship.

Selain program yang berhubungan dengan latihan marching band, pengurus band universitas juga biasanya melaksanakan beberapa program non marching band seperti bakti sosial, study banding, Latihan Dasar Organisasi dan Kepemimpinan (LDK & LDO), team building, temu kangen alumni, mengadakan perlombaan drum band untuk marching band sekolah, serta masih banyak lagi.Kalau kewalahan dalam menjalankan program kerja, biasanya pengurus membentuk kepanitiaan untuk acara-acara tertentu serta tim manajerial untuk event kejuaraan. Hal tersebut selain untuk meringankan beban dan tanggungjawab, juga untuk memberikan kesempatan anggota lain belajar berorganisasi melalui event-event yang diadakan. Melalui berbagai kegiatan baik yang berhubungan maupun tidak dengan marching band, kita akan semakin banyak belajar berkoordinasi dan berkomunikasi dengan banyak orang. Yang tadinya hanya kenal dengan teman-teman satu section jadi bisa mengenal teman-teman satu tim bahkan kenal dengan anggota unit lain karena tergabung dalam event kepanitiaan. Kita jugaakan belajar memanajemen waktu dengan lebih baik karena selain sekolah/kuliah dan latihan marching band, kita harus mengikuti rapat-rapat persiapan, serta mengerjakan tugas. Kemampuan kita dalam menganalisa dan memecahkan masalah menjadi semakin baik karena bertemu dengan banyak orang serta mengalami hambatan-hambatan dalam mempersiapkan kegiatan.

Hampir 6 tahun bergabung di unit marching band universitas,aku pernah menjajal berbagai posisi di marching band. Mulai dari pemain biasa, kemudian menjadi panitia-panitia event di unit sendiri dan event gabungan, menjadi pengurus (sekretaris 2 tahun, kemudian menjadi ketua umum), menjadi tim manajerial (bidang sumber daya manusia) untuk kejuaraan nasional, sampai dengan menjadi dewan penasehat organisasi (DPO) hingga saat ini. Selalu ada ketakutan untuk memulai atau menerima tanggungjawab-tanggungjawab tersebut, tetapi dengan modal nekat dan niat belajar saya menjalaninya. Perasaan lelah dan tertekan adalah sahabat karib yang menemani setiap hari, tetapi selalu ada imbalan yang setimpal disetiap usaha yang kita lakukan. Aku justru berhasil menyelesaikan skripsi ketika menjabat sebagai ketua umum, kemudian lulus dengan predikat cumlaude dalam waktu 3,5 tahun. Sesuatu yang belum tentu bisa kulakukan apabila tidak menantang dirikusendiri untuk membuktikan bahwa kedua tanggungjawab tersebut dapat dilaksanakan sama baiknya. Mudah saja, aku harus menyelesaikan segala sesuatunya tepat waktu karena aku tidak memiliki banyak waktu untuk menunda dan bermain-main.

Jangan pernah takut menerima tanggungjawab sebagai apapun atau siapapun dalam organisasi. Semakin sering kita mengikuti kegiatan, semakin kemampuan kita berorganisasi menjadi lebih baik. Tentu saja hal tersebut harus diimbangi dengan mental yang kuat, pantang menyerah, serta komitmen yang tinggi. Belajar dari pengalaman merupakan guru yang terbaik. Kita akan merasa sangat puas apabila berhasil menyelesaikan suatu tantangan, dan akan lebih berhati-hati dalam melangkah ketika gagal menghadapinya. Selalu ada hikmah dibalik itu semua. Sebetulnya aku sedih melihat banyak orang yang berebutan untuk mendaftar menjadi anggota OSIS, BEM, senat, atau organisasi-organisasi lain di suatu instansi, tapi tidak berminat untuk bergabung dalam marching band. Padahal marching band juga dapat dijadikan wadah untuk belajar berorganisasi. Bahkan mereka mendapatkan bonus bisa belajar bermain musik dan mengikuti kejuaraan yang tentunya menambah pengalaman. Tapi ya sudahlah, masing-masing orang memiliki minat dan bakatnya di bidangnya dan tidak bisa dipaksakan. Yang penting adalah ketika kita sudah memutuskan untuk memilih sesuatu, jalani dengan sepenuh hati. Percayalah bahwa apa yang kita lakukan hari ini pasti akan bermanfaat di masa depan.Do what you love, love what you do.

  • view 51