DRUM BAND VS MARCHING BAND

Januari Pratama Nurratri
Karya Januari Pratama Nurratri Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 01 Juni 2016
DRUM BAND VS MARCHING BAND

Drum dum dum dum… trilili… ces ces dung ces...

Kalau sedang menonton parade atau festival, pasti kita berasumsi ada sekelompok drum band yang akan lewat memainkan alat musik sambil menari-nari. Dari kejauhan suaranya sudah nyaring terdengar, membuat kita melongokkan kepala tak sabar menanti mereka hadir di depan mata. Di barisan paling depan ada mayoret cantik yang memimpin barisan, melenggak-lenggok mengayunkan tongkatnya. Menyusul di belakangnya pemain beragam alat musik mulai dari tetabuhan sampai alat tiup berbaris rapi memainkan lagu. Para penari atau pemain bendera turut menambah warna-warni dalam parade dengan membuat gerakan-gerakan yang indah. Di samping kanan-kiri, serta di belakang barisan, selalu tampak kru yang sigap membukakan jalan serta memberi minum atau tisu di sela-sela penampilan mereka.

Tidak banyak yang tahu bahwa kegiatan tersebut dulunya digunakan oleh militer Eropa untuk memberikan semangat dan dukungan bagi tentara yang berjuang semasa perang dunia. Seiring berkembangnya jaman, drum band dan marching band menjadi sebuah seni dan budaya yang berkembang pesat di seluruh dunia. Di Indonesia, kegiatan tersebut sudah tidak asing bagi masyarakat umum. Sudah banyak sekolah dan universitas yang menjadikan kegiatan tersebut sebagai ekstrakurikuler. Instansi pemerintah dan perusahaan-perusahaan pun tidak mau kalah. Mereka juga mendirikan unit-unit marching band sebagai salah satu wujud eksistensi. Sayangnya, kebanyakan orang Indonesia masih menganggap marching band dan drum band adalah sama. Padahal sebenarnya terdapat beberapa perbedaan yang mendasar antara dua hal yang ‘serupa tapi tak sama’ itu.

Drum band, sesuai kata penyusunnya terdiri dari kata “drum” dan “band”. “Drum” adalah alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul atau ditabuh, biasanya berbentuk tabung dan memiliki membran. Contoh dari alat musik drum antara lain adalah snare drum, bass drum, tenor, trio/quarto/quinttom, drum set (kumpulan berbagai macam drum), dan lain sebagainya. Sedangkan “band” merupakan suatu kata yang merujuk kepada gabungan alat musik yang dimainkan oleh sekelompok orang sehingga membentuk suatu harmoni. Jadi, bisa kita simpulkan bahwa drum band adalah gabungan alat musik mayoritas drum yang dimainkan sekelompok orang sehingga membentuk suatu harmoni.

Aktivitas drum band biasanya berbentuk semi-militer dengan tingkat disiplin yang sangat tinggi. Dalam segi permainan musik, drum band biasanya cenderung memainkan musik-musik yang bersifat mars atau memiliki melodi yang bersemangat dan riang gembira. Meskipun alat musik yang digunakan mayoritas adalah alat musik drum, namun biasanya suatu kelompok drum band memiliki alat-alat pendukung lain untuk memperindah musik atau harmoni yang dihasilkan. Alat-alat pendukung yang biasanya digunakan dalam drum band antara lain adalah bellira, pianika, beberapa alat musik tiup/brass, serta bendera.

Berbeda dengan drum band, marching band disebut juga sebagai orkestra berjalan. “Marching” dalam bahasa Inggris berarti berbaris. Dalam konteks ini berarti membentuk suatu barisan atau pola. Sedangkan pengertian “band” sama dengan sebelumnya, yaitu mengacu kepada sekelompok orang yang memainkan alat musik tertentu. Berangkat dari pengertian tersebut, marching band dapat kita artikan sebagai sekelompok orang yang memainkan alat musik tertentu sambil membentuk suatu pola atau barisan sehingga menghasilkan kombinasi musik dan visual yang indah, dapat dinikmati dengan cara didengar maupun ditonton.

Marching band memiliki lebih banyak jenis alat musik yang digunakan dalam penampilan dibandingkan drum band. Alat musik dalam marching band dibagi menjadi 3, yaitu alat tiup (brass), alat pukul (perkusi), dan colour guard sebagai visualisasi musik. Contoh dari alat musik tiup adalah trumpet, mellophone, flute, clarinet, trombone, baritone, tuba, dan contra bass. Bentuk serta ukurannya beragam sehingga suara yang dihasilkan pun beragam pula. Selain itu terdapat alat pukul yang dibagi menjadi 2, pit instrument dan battery percussion. Pit instrument merupakan alat pukul bernada seperti marimba, xylophone, dan vibraphone. Bentuknya seperti piano yang terbuat dari kayu atau logam. Sedangkan battery percussion merupakan alat pukul ritmis alias drum seperti yang terdapat pada drum band. Untuk dapat memaksimalkan penampilan, marching band memiliki color guard yang memainkan beragam alat mulai dari bendera, riffle (serupa senapan), airblade, sabre (serupa pedang), serta berbagai aksesoris yang menunjang visualisasi pagelaran seperti partisi, pita, dan lain sebagainya.

Dari segi genre musik yang dibawakan, marching band cenderung lebih dinamis daripada drum band. Selain mars, marching band juga dapat membawakan komposisi musik yang sifatnya mendayu-dayu, jazz, bahkan dangdut tergantung dari aransemen musik dan tema yang dibawakan. Kalau drum band lebih menonjolkan kecepatan dan keseragaman gerak dibandingkan komposisi musiknya, marching band berusaha untuk menyeimbangkan bobot antara komposisi musik dengan gerakan atau visualisasinya sehingga menghasilkan pagelaran yang enak didengar serta dilihat. Sebuah pagelaran drum band biasanya dipimpin oleh satu atau dua orang mayoret atau drum major yang membawa tongkat, sedangkan pagelaran marching band dipimpin oleh field commander yang memberikan aba-aba untuk pertanda sukat dan tempo yang digunakan.

Seiring perkembangan jaman, marching band berkembang menjadi drum & bugle corps atau drum corps. Drum corps menggunakan alat musik tiup yang horns/bells (corong) nya sudah menghadap kedepan, bukan lagi kebawah atau kesamping. Selain itu, dari segi komposisi musik, drum & bugle corps lebih fokus kepada kualitas musik dan display yang dihasilkan, terutama di lini pit instrument dan colour guard. Di Indonesia, belum banyak unit marching band yang menggunakan nama drum & bugle corps atau drum corps, meskipun secara komposisi alat dan musik sudah masuk dalam kategori tersebut.

Drum band, marching band, dan drum corps menjadi tren baru di kalangan masyarakat Indonesia. Berbagai institusi pendidikan mulai dari TK sampai dengan perguruan tinggi, bahkan instansi pemerintah serta perusahaan mendirikan unit band masing-masing. Drum band, marching band, maupun drum corps menjadi sarana pendidikan yang efektif terutama bagi generasi muda. Selain belajar bermain musik, banyak hal yang bisa dipelajari dari kegiatan ini seperti kedisiplinan, rasa empati, kerjasama, serta meningkatkan kemampuan komunikasi dan percaya diri.