Mau Bahagia? Mau Sukses? Mau Kaya? Baca Buku Denny JA tentang Kebahagiaan!

Jojo Rahardjo
Karya Jojo Rahardjo Kategori Inspiratif
dipublikasikan 20 Agustus 2017
Mau Bahagia? Mau Sukses? Mau Kaya? Baca Buku Denny JA tentang Kebahagiaan!

Buku yang membahas tentang motivasi, mindset atau habit sudah banyak ditulis. Juga buku tentang cara memperolah kebahagiaan, kesuksesan dan kekayaan. Namun mungkin belum ada yang mengukur apakah buku-buku itu menaikkan jumlah orang bahagia, sukses, kaya atau yang termotivasi. Sejak pertama kali World Happiness Report diterbitkan pada 2012, Indonesia berada di urutan yang buruk dalam soal pencapaian berbagai hal, termasuk soal GDP dan kebahagiaan.

Apa yang salah dengan buku-buku itu? Apakah sulit diaplikasikan? Apakah kebahagiaan, sukses, kaya hanya untuk orang-orang yang sudah ditakdirkan? Atau buku-buku itu hanya untuk enak dibaca saja?

Tiga dekade terakhir ini neuroscience berkembang lebih cepat berkat perkembangan teknologi, terutama alat-alat yang bisa melihat apa yang terjadi di otak, misalnya MRI (Magnetic Resonance Imaging). Berkah dari perkembangan teknologi ini adalah banyak riset di seluruh dunia telah dibuat untuk melihat apa yang terjadi pada otak saat kita melakukan perbuatan tertentu. Begitu juga sebaliknya, apa yang yang cenderung kita lakukan saat otak kita dalam kondisi tertentu.

Neuroscience atau psikologi positif ini kemudian dijadikan dasar untuk mengembangkan potensi positif yang dimiliki manusia. Psikologi positif juga sering disebut ilmu yang mempelajari tentang positivity atau kebahagiaan. Psikologi positif terus menggali cara untuk menjadi bahagia atau positif berdasarkan apa yang sudah dimiliki manusia. Bukan melanjutkan psikologi yang sebelumnya hanya menggali cara untuk memperbaiki atau menyembuhkan apa yang salah atau apa yang rusak dari manusia. Shawn Achor salah satu neuroscientist bilang, Jika kita bahagia, maka banyak yang bisa kita raih dalam hidup ini.

Martin Seligman menjadi pionir yang mengembangkan psikologi positif di dunia dalam hampir 3 dekade terakhir. Kemudian ada nama-nama lain seperti Shawn Achor, Barbara Fredrickson, Richard Layard, dan Richard J. Davidson yang membuat ilmu tentang kebahagiaan menjadi mudah diaplikasikan oleh orang-orang kebanyakan.

Indonesia sudah memiliki beberapa buku ilmiah tentang psikilogi positif atau ilmu kebahagiaan.  Namun demikian Indonesia belum memiliki buku ilmiah yang tidak sekedar mengenalkan ilmu kebahagiaan, tetapi juga menawarkan cara mengaplikasikannya dengan cara yang populer. Indonesia beruntung, karena telah terbit sebuah buku berjudul “Bahagia Itu Mudah dan Ilmiah” yang ditulis oleh Denny JA, seorang yang boleh disebut sebagai pengusaha sukses di bidangnya, yakni politik.

Apakah kesuksesan Denny berkaitan dengan kebahagiaan? Itu yang bisa cari tahu dari buku yang ditulisnya ini.

Buku-buku Martin Seligman tentu sangat ilmiah, sehingga mungkin hanya cocok bagi akademisi. Seligman menyebut ada 5 unsur untuk mendapatkan kebahagian yang penuh yaitu PERMA: Positive Emotions, Engagement, Relationships, Meaning dan Achievement.

Berbeda dengan Martin Seligman, buku ini menawarkan sebuah formula baru untuk mendapatkan kebahagiaan, yaitu formula 3P+2S. Formula ini lebih mudah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan oleh orang kebanyakan.

Kata pengantar buku ini menjelaskan, bahwa formula 3P+2S adalah 5 pola pikir (mindset) dan kebiasaan (habit)  untuk mendapatkan kebahagiaan yang penuh dalam hidup ini. Kita tahu, bahwa banyak sudah buku ditulis mengenai mindset dan habit untuk menjadi sukses, kaya atau bahagia. Namun berbeda dengan buku-buku lain, buku ini dilengkapi juga atau didasari pada berbagai riset ilmiah yang dibuat dalam beberapa dekade terakhir. Semua riset itu dalam bidang neuroscience atau psikologi positif.

3P dalam formula 3P+2S adalah: Personal Relationship, Positivity dan Passion. Sedangkan 2S adalah Small Winning dan Spiritual Life. Karena terstruktur dengan baik, maka buku ini memang layak untuk dijadikan buku panduan bagi mereka yang menginginkan hidupnya menjadi lebih positif (bahagia) daripada sebelumnya. Buku ini memang berisi daftar dari pola pikir dan kebiasaan yang bisa dilatih dengan mudah setiap hari.

Formula 3P+2S disusun menjadi 5 bagian penting dalam buku ini. Setiap bagian terdiri dari beberapa tulisan yang masing-masing menjelaskan dengan lebih rinci lagi dari setiap komponen formula 3P+2S. Setiap tulisan ditulis dalam bahasa yang populer, meski selalu dilengkapi dengan kutipan dari riset yang berkaitan.

Buku ini menjadi lebih menarik atau inspiring, karena setiap tulisan juga disertai dengan kisah nyata yang berkaitan dengan topiknya, kutipan dari berbagai tokoh dunia, dan cara mengaplikasikan formula 3P+2S.

Nampaknya, setiap kisah nyata di setiap tulisan dalam buku ini dipilih secara hati-hati untuk ikut menjelaskan setiap komponen dari formula 3P+2S. Sebagai contoh ada di Bagian 2 – Membangun Sikap Hidup Positif (P ke-2 dari 3P) di halaman 113 tentang kisah nyata seorang yang menerima hadiah lotere yang sangat besar, namun hanya menghasilkan kebahagiaan yang sebentar saja. Kisah ini bagus, karena bisa menjelaskan dengan baik tentang setiap orang memiliki level kebahagiaanya sendiri sejak lahir. Peristiwa di sekitar dirinya hanya memberi pengaruh sedikit saja, kecuali orang tersebut memiliki cara untuk menaikkan level kebahagiaannya.

Buku ini menawarkan sesuatu yang belum pernah ada, yaitu cara menjadi bahagia, positif dan sukses dengan memanfaatkan berbagai riset dalam bidang neuroscience atau psikologi positif. Formula yang ditawarkan oleh buku ini menjadi penting, karena mudah untuk diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari dan oleh orang kebanyakan.

Meski demikian buku ini tetap harus diberi kritik, karena tidak dilampiri dengan kata pengantar dari misalnya neuroscientist. Iman Setiadi Arif yang menulis buku berjudul Psikologi Positif mungkin akan memperkaya buku Denny jika ia menulis pengantar.

Jojo Rahardjo
Penulis lebih dari 60 artikel tentang positivity

http://www.kompasiana.com/mjr

  • view 77