Positive Psychology. Ilmu apa itu? Apa gunanya?

JoJo -
Karya JoJo - Kategori Psikologi
dipublikasikan 05 Februari 2016
Positive Psychology. Ilmu apa itu? Apa gunanya?

Ada yg sudah terpatri ke dalam otak saya sejak kecil. Barangkali juga terpatri ke dalam otak banyak orang. Yaitu kerja keras adalah segalanya. Kerja keras adalah ukuran moralitas. Meski demikian saya juga bukan orang tergila-gila pada kerja keras terutama saat kecil dan menjelang dewasa. Saya harus akui, bahwa saya memang bukan orang yg sempurna.

?

Sejak kecil saya menyukai ilmu pengetahuan. Jadi sebenarnya saya lebih suka memilih menjadi orang yg rasional atau setidaknya berusaha untuk rasional, meski kadang-kadang saya berharap juga pada keajaiban. Semakin saya membaca buku atau artikel tentang ilmu pengetahuan, saya semakin rasional. Oleh karena itu saya tak terlalu percaya pada doa. Bahkan kira-kira mulai tahun 2005 saya sudah sepenuhnya tak percaya lagi pada doa. Mungkin ini berhubungan dengan perkembangan pemikiran saya soal tuhan dan alam semesta. Saya menggantungkan diri saya pada kerja atau upaya. Saya pikir, saya tak bermoral jika tanpa kerja, tapi berharap keinginan saya boleh terwujud. Meski demikian, saya kira itu hanya sebuah pemikiran saya saja, karena saya merasa tak terlalu ingat kapan saya bekerja keras.

?

Ketika semakin menjadi agnostik, saya mulai menyadari bahwa hidup saya bergantung pada diri saya sendiri. Saya merasa harus mulai mengembangkan potensi yg saya miliki. Sayangnya seingat saya, semangat untuk melakukan ini tak terlalu besar. Saya hanya melakukan browsing di Internet untuk membaca artikel-artikel pendek mengenai psikologi praktis atau berita mengenai riset yg berhubungan dengan psikologi praktis. Bahkan seingat saya belum pernah mendengar tentang ilmu yg bernama positive psychology. Namun awal bulan Desember 2013 yg baru lalu ini seorang sahabat yg sangat peduli pada masa depan saya memberi beberapa buku tentang positive psychology dan beberapa buku lainnya yg masih berkaitan dengan itu. Tiba-tiba saya terkejut setelah membaca buku itu. Ternyata banyak soal yg amat penting yg tak saya ketahui tentang bagaimana otak bekerja. Padahal otak sangat menentukan apakah kita bisa memecahkan persoalan sulit, atau sekedar mampu berpikir lebih baik atau pun sekedar melepaskan diri dari pengaruh negatif berbagai peristiwa buruk yg menghantam kita.

?

Tiba-tiba terbuka sekarang, bahwa selama ini saya tidak maksimal dalam memperhatikan kinerja otak saya. Saya juga tak peduli tentang potensi otak saya. Saya bahkan di bawah kendali pengaruh buruk dari luar diri saya sehingga otak saya tak dapat bekerja dengan maksimal mengeluarkan potensi yg saya miliki. Kecerdasan saya menurun, namun tak saya sadari, karena saya merasa masih cerdas dalam menulis beberapa topik tulisan tertentu yg saya sangat sukai. Saya hanya melakukan apa yg membuat saya nyaman tanpa memiliki tujuan yg besar bagi diri saya sendiri. Saya tak berani membuat target yg besar yg berakibat saya tak punya target yg kecil untuk mendukung target yg besar. Mungkin saya punya target kecil, namun tak betul-betul dikaitkan dengan target yg lebih besar.

?

Melalui positive psychology saya terkejut, ternyata saya tak tahu persis bahwa memiliki rasa bahagia itu sangat penting agar otak selalu bekerja maksimal untuk mengeluarkan potensi yg saya miliki. Saya pun tak tahu bahwa rasa bahagia itu bisa diperoleh dengan beberapa cara, bahkan dengan cara yg tak terbayangkan sebelumnya. Saya hanya tahu, bahwa saya harus memiliki cinta agar bisa merasa bahagia, namun saya tak tahu rasa bahagia itu (dari mana pun itu berasal) sebenarnya bisa langsung mengeluarkan potensi yg saya miliki. Saya juga cuma tahu bahwa memberi cinta kepada orang lain juga bisa membuat saya bahagia, meski sebenarnya saya tak menemukan orang yg bisa saya beri cinta di tahun-tahun terakhir ini, setidaknya 5 tahun terakhir ini, termasuk istri saya sendiri (yg sekarang sudah menjadi mantan istri). Saya juga cuma tahu bahwa jika saya yakin akan bisa mencapai sesuatu, maka saya akan memperolehnya, karena jalan akan terbuka lebar. Namun sayangnya saya tak pernah tahu apa yg saya inginkan di masa depan, terutama setelah saya berpisah dengan istri saya di tahun 2011. Saya memang tak tahu apa yg saya mau sebelum tahun-tahun itu karena saya kehilangan ?cinta? dalam hidup saya. Saya merasa tak memperolehnya dari orang lain dan saya pun merasa tak memberikan cinta yg saya miliki kepada orang lain. Saya selama ini hanya berjalan dalam hidup saya dengan cara mengikuti arus saja. Entah arus apa.

?

Itu semua karena saya tak tahu banyak tentang bagaimana otak bekerja. Saya kehilangan beberapa tahun yg penting dalam hidup saya. Memang kondisi perkawinan saya buruk saat itu. Jika kondisi perkawinan saya baik-baik saja, mungkin saya tak akan kehilangan banyak kesempatan dalam mengembangkan potensi yg saya miliki. Saya katakan ini bukan untuk mengasihani diri saya sendiri, namun untuk menjadi pelajaran bagi orang lain, juga bagi saya sendiri. Kehidupan ini tidak akan selalu berjalan lurus dan mulus. Anda akan beruntung jika selalu berada di jalan yg lurus dan mulus itu. Namun jika anda berada di jalan yg berliku, terjal dan penuh badai, maka anda memerlukan ilmu pengetahuan khusus, yaitu positive psychology untuk bisa lolos dari ?cobaan? itu dan sampai ke tujuan.

?

Carilah apa itu positive psychology melalui Google, maka anda mungkin akan terkejut membayangkan betapa besar yg sebenarnya bisa anda lakukan dalam hidup ini, jika anda tahu bagaimana otak bekerja. Dalam tulisan berikutnya saya akan menjelaskan dengan panjang lebar mengenai positive psychology ini dan gunanya dalam kehidupan sehari-hari dan bagaimana anda bisa mencapai tujuan-tujuan besar dalam hidup ini.

?

Terima kasih untuk sahabat saya yg telah mengenalkan positive psychology pada saya. Tetaplah bersama saya selamanya, karena dengan bersama kita lebih dapat membangun potensi diri kita secara ?luar biasa?.

(sumber gambar :?tfom.ru)

  • view 185

  • M Rahardjo
    M Rahardjo
    4 bulan yang lalu.
    Halo saya Jojo Rahardjo penulis artikel ini. Sebenarnya saya sudah menulis 60 artikel tentang positivity atau kebahagian di Inspirasi.co ini. Namun entah kenapa cuma ada 10 di sini. Saya pun kehilangan password untuk masuk ke akun saya di sini.

    Tapi tak apa, karena saya sudah memposting ulang semua tulisan saya di https://kompasiana.com/mjr

    Silahkan kunjungi link di atas ya, dan simak berbagai cara untuk menjalani hidup yang lebih maksimal melalui riset-riset neuroscience atau riset-riset positivity.