Meningkatkan Potensi Diri Sebagai Sebuah Belief

JoJo -
Karya JoJo - Kategori Psikologi
dipublikasikan 20 Januari 2016
Meningkatkan Potensi Diri Sebagai Sebuah Belief

Percaya pada kemampuan diri sendiri atau potensi yg kita miliki itu sangat penting. Namun ada yg lebih penting, yaitu percaya pada kemampuan meningkatkan potensi yg kita miliki. Sebuah riset yg dilakukan oleh psychologist dari Stanford, Carol Dweck, menunjukkan kepercayaan seseorang pada kemampuannya untuk meningkatkan potensi yg dimilikinya akan sangat menentukan hasil yg diperoleh orang tersebut saat berusaha.

?

Menurut Dweck setiap orang bisa dibedakan berdasarkan 2 kategori, yaitu yang memiliki ?fixed mindset? yaitu mereka yg percaya bahwa potensi yg mereka miliki sudah ditakdirkan atau sudah ditetapkan dan tak mungkin lagi berubah atau meningkat. Kategori lainnya adalah mereka yg memiliki ?growth mindset? yaitu mereka yg percaya bahwa potensi yg mereka miliki dapat ditingkatkan melalui cara tertentu dan upaya keras. Memang semua manusia dilahirkan berbeda dalam banyak hal, seperti bakat, kecerdasan, minat, atau watak, namun semua orang dapat meningkatkan atau menumbuhkan semua potensinya melalui cara tertentu atau melalui pengalaman. Riset Dweck menunjukkan orang dengan ?fixed mindset? melupakan atau mengabaikan peluang untuk meningkatkan potensi yg dimilikinya. Mereka malah secara terus-menerus mempertahankan performanya yg rendah.

?

Dalam riset yg lain, Dweck dan koleganya meneliti 373 murid kelas 7 sebuah sekolah tingkat menengah untuk memahami performa murid yg memiliki ?fixed mindset? dan murid yang memiliki ?growth mindset?. Dweck terus mengikuti perkembangan nilai sekolah yg mereka peroleh hingga 2 tahun ke depan. Dweck kemudian menemukan bahwa mindset yg dimiliki oleh murid itu sangat mempengaruhi pencapaian nilai matematika mereka di sekolah. Mereka yg percaya bahwa kemampuan mereka sudah ?fixed? memang tak mengalami peningkatan nilai sekolah, namun mereka yg percaya bahwa potensi mereka bisa meningkat ternyata memang bisa mendapatkan nilai sekolah yg lebih baik. Ditemukan juga bahwa kemampuan meningkatkan potensinya ini bergantung pada motivasi yg mereka miliki. Ketika mereka percaya akan mendapatkan ?reward?, maka mereka akan bekerja lebih keras.

?

Belief yg menurut Merriam Webster Dictionary: ?a feeling of being sure that someone or something exists or that something is true?, sangat kuat menentukan hasil dari apa yg kita kerjakan. Belief memberi arah pada upaya dan aksi kita. Dweck juga melakukan penelitian di Hong Kong yg menunjukkan bahwa ?growth mindset? memang meningkatkan potensi yg dimiliki orang. Di University of Hong Kong kuliah disampaikan dalam bahasa Inggris. Demikian juga buku dan ujian semua dalam bahasa Inggris, sehingga semua mahasiswa/mahasiswi harus sangat baik dalam bahasa Inggris jika ingin sukses di universitas. Namun demikian tak semua menguasai bahasa Inggris dengan baik saat pertama mengikuti kuliah, sehingga mereka berhadapan pada pilihan apakah akan meningkatkan bahasa Inggris mereka atau tidak. Mereka yg memiliki ?growth mindset? kemudian ternyata memilih untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggrisnya dan memperoleh pencapaian akademis yg lebih baik dibanding mereka yg memiliki ?fixed mindset? yg cenderung tak percaya bahwa kemampuan akademisnya bisa meningkat hanya dengan dengan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

?

Sekali kita menyadari bahwa bahwa realitas yg kita ingin miliki bergantung pada cara atau kemampuan kita mengkonstruksikannya di dalam pikiran, maka kita akan terkejut bahwa lingkungan kita hanya mempengaruhi sebesar 10% saja dalam menentukan hasil yg kita ingin capai. Semua bergantung pada mindset kita sendiri dalam melihat potensi yg kita miliki. Sonja Lyubomirsky, pakar dalam riset ?well-being? (kebahagiaan) mengatakan, bahwa ?creation or construction of happiness? lebih berarti ?pursuit? (upaya keras), karena berbagai riset menunjukkan hasil yg kita inginkan bergantung pada pada diri kita sendiri dalam mendisainnya. Percaya pada potensi diri yg bisa ditingkatkan adalah sebuah positive emotions yg juga berarti sebuah kondisi bahagia. Kesuksesan ternyata memang bukan dicapai setelah bekerja keras, namun kebahagiaan bahkan menghasilkan kerja keras yg memiliki nilai dan berujung pada kesuksesan.

?

  • view 297

  • M Rahardjo
    M Rahardjo
    5 bulan yang lalu.
    Halo saya Jojo Rahardjo penulis artikel ini. Sebenarnya saya sudah menulis 60 artikel tentang positivity atau kebahagian di Inspirasi.co ini. Namun entah kenapa cuma ada 10 di sini. Saya pun kehilangan password untuk masuk ke akun saya di sini.

    Tapi tak apa, karena saya sudah memposting ulang semua tulisan saya di https://kompasiana.com/mjr

    Silahkan kunjungi link di atas ya, dan simak berbagai cara untuk menjalani hidup yang lebih maksimal melalui riset-riset neuroscience atau riset-riset positivity.