"Moralitas, Politik & Etika"

Joepri Adi
Karya Joepri Adi Kategori Tokoh
dipublikasikan 25 Februari 2016

?

Beberapa pendapat tokoh dunia tentang "Moralitas, Politik & Etika" dan pendapat penulis sendiri mengenai hal tersebut yang bisa dijadikan sebagai catatan kita.

?

Konfusius

Konfusius (1551 - 479 SM) adalah toko Cina Kuno terbesar dan pengaruh pemikirannya terhadap Cina modern dan Amerika modern hampir tidak terbatas. Ayahnya meninggal ketika Konfusius berusia tiga tahun dan anak itu dibesarkan oleh ibunya. Ketika kanak-kanak, Konfusius menyukai upacara-uparca, yang merupakan ekspresi dari tradisi keagamaan dan budaya. Dalam masa akhir hidupnya, Konfusius mengatakan :

?Pada umur 15, saya telah bertekad untuk belajar. Pada umur 30, saya sudah mapan. Pada umur 40, saya tidak lagi mempunyai keraguan sedikit pun. Pada umur 50, saya tahu keinginan Surga. Pada umur 60, saya sudah siap mendengarkan keinginan itu. Pada umur 70, saya dapat mengikuti keinginan hati saya tanpa melanggar apa yang benar?.

Bagi Konfusius, pengetahuan berarti kebijakasanaan, terutama jenis kebijaksanaan yang menjadikan kehidupan individu dan masyarakat lebih baik. Konfusius terutama merupakan reformis manusia dan pemerintahan.

Unsur kunci pemikiran etis Konfusius adalah kepantansan. Suatu praktek perbuatan adalah mulia atau tidak mulia tergantung pada apakah perbuatan itu dilakukan dengan kepantasan. Sebuah ajaran Konfusius yang sering dikutip adalah resiprositas, versi ajarannya dari Pedoman Emas. ? Yang tidak kau ingingkan dilakukan terhadapmu,? begitu ia mengajarkan, ?jangan lakukan itu terhadap orang lain.?

Yang lebih khas lagi dari ajaran Konfusius adalah tiga nilai yang mengikat secara universal. Ketiga nilai itu adalah pengetahuan, kebesaran hati dan energi, yang oleh sementara orang diterjemahkan sebagai kebijaksanaan, belas kasihan, dan keberanian. Adalah menarik bahwa ketiga nilai luhur itu nyaris sepadan dengan kebajikan - kebajikan yang disarankan oleh Plato satu abad kemudian tentang kebijaksanaan, pengendalian diri dan keberanian.

Ketika Konfusius ditanya apakah yang pertama-tama akan ia lakukan jika ia harus mengelola suatu negara, ia menjawab, ?Tentulah meluruskan bahasa.?
Orang yang bertanya tadi hearan. ?Mengapa?? tanyanya.
?Jika bahasa tidak lurus,? jawab Konfusius, ?apa yang dikatakan bukanlah apa yang dimaksudkan; jika apa yang dikatakan bukan apa yang dimaksudkan, apa yang seharusnya diperbuat tetaplah tidak diperbuat; jika tetap tidak diperbuat, moral dan seni merosot; jika moral dan seni merosot, keadilan pun akan tidak jelas arahnya; jika keadilan tidak jelas arahnya, rakyat hanya akan dapat berdiri dalam kebingungan yang tidak tertolong. Maka dari itu, tidaklah boleh ada kesewenang-wenangan dengan apa yang dikatakan. Inilah yang paling penting di atas segala-galanya.?

?

Tentang Etika

Ciri manusia beradab ialah bahwa ia menyadari bahwa kesedarajatan merupakan suatu prinsip etis dan bukan prinsip biologis (Ashley Montagu)

Moralitas adalah kemewahan yang bernilai tinggi dan bersifat pribadi.(Henry Adams)

Dunia telah menghasilkan kecemerlangan tanpa hati nurani. Dunia kita adalah dunia raksasa-raksasa nuklir dan bayi-bayi etika.(General Omar Bradley)

Pada awalnya ilmu pengetahuan memberikan kepada kita etika normatif, kemudian etika relatik dan akhirnya tanpa etika sama sekali. (George Faludy)

Saya tidak pernah mempercayai adanya satu aturan moralitas yang berlaku untuk umum, dan satu aturan lagi yang berlaku untuk perseorangan.(Thomas Jefferson)

Tentulah ganjil menuntut dari seorang moralis agar ia tidak mengajakarkan kebajikan selain semua kebajikan yang ia sendiri memilikinya.(Arthur Schopenhauer)

Saya akan berupaya menghidupkan moralitas dengan akal, dan menempa akal dengan moralitas.(Joseph Addison)

Rancanglah suatu konstruksi aturan moralitas yang berpondasi hati nurani, untuk mendapatkan suatu bangunan Etika yang benar-benar Bermanfaat , Aman & Nyaman bagi semua orang. (Joepriadi)

?

#Catatan1Penulis#

?

?

  • view 202