Dosa Termanis

Joe
Karya Joe  Kategori Puisi
dipublikasikan 20 Oktober 2017
Dosa Termanis

Joe Hasan

Dosa Termanis

Akhirnya rindu itu benar-benar pecah ditengah lagu yang sedang bergereja

Menjadi lirik dalam lagu

Menjadi darah dalam daging

Menjadi mata dalam penglihatan

Menjadi kaki dalam langkah

Itulah kau dalam aku

 

Dan kau masih bertanya. Mencintaimu?

Tak bisa kujawab

Namun itulah dosa terindah yang tak bisa kutobatkan

Kau bukti bahwa rupa dan hati tak harus senada

Asal tertampung dalam wadah yang sama

 

Sebentar lagi gemuruh akan menghapus kenang

Tuhan menghisap penat dan peluh

Kau bertelanjang kaki mengejar awan

Yang semakin jauh

Dan jauh

 

Kau masih bertanya. Mencintaimu?

Itulah dosa termanis yang tak pernah bisa kucecap sampai tenggorokan

Tak jera pula untuk kulakukan

Meski malam cepat menggantikan siang

                                                                                         (Bau-Bau, 24 Juli 2017)

 

 

Nomor HP : 082248207003

                                                   

                Joe Hasan, lahir di Ambon pada 22 Februari. Aktif di bidang olahraga (Taekwondo). Beberapa puisinya telah tergabung dalam antologi bersama, diantaranya Monolog Seekor Monyet, Negeri Tak Bersalju, dll. Beberapa puisinya juga pernah dimuat di Buanakata, Majalah Simalaba, Flores Sastra, Analisa, Warta Lambar, Nusantaranews. Salah satu cerpennya tergabung dalam antologi bersama berjudul Percakapan.

 

  • view 40