Potensi Binis Data Center Yang Berkembang

jodi wruck
Karya jodi wruck Kategori Teknologi
dipublikasikan 13 Januari 2017
Potensi Binis Data Center Yang Berkembang

Semakin berkembangnya dunia teknologi informasi di Indonesia membawa perubahan di bidang bisnis yang kini juga semakin diwarnai dengan bisnis-bisnis dengan tema digital dan IT. Salah satu yang mengalami perkembangan cukup signifikan adalah bisnis data center yang menyediakan layanan bagi perusahaan-perusahaan, organisasi, atau instansi yang ingin menitipkan data servernya di fasilitas dengan layanan yang sudah berstandar. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan aturan melalui Bank Indonesia yang mewajibkan bank-bank di Indonesia untuk memiliki data center di Indonesia, yang kabarnya juga akan diikuti oleh OJK untuk perusahaan finansial non-bank. Jadi, sudah jelas bahwa bisnis Indonesia data center bisa jadi peluang manis bagi para pengusaha.

Indonesia yang mulai mengejar bisnis data center
Selama ini surganya bisnis data center masih dinikmati maksimal oleh Singapura yang memang memiliki kematangan ekonomi dari segala sisi. Namun dalam 5 tahun terakhir, beberapa negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia mulai mengejar untuk ikut mendapatkan profit di bisnis yang diprediksi akan bernilai 359 US$ pada tahun 2020 ini. Faktor yang membuat Indonesia mulai maju dalam perkembangan bisnis data center adalah populasi yang melimpah dan sangat berpotensi untuk menjadi pasar digital yang potensial.

Dengan makin banyaknya masyarakat yang menggunakan internet baik konsumtif maupun produksi dan distribusi maka akan terjadi ledakan data digital yang cukup besar. Dengan ledakan data digital tersebut tentu dibutuhkan penyimpan data yang aman, stabil, dan mudah diakses. Di sinilah peluang untuk bisnis di bidang data center karena akan makin banyak pelaku bisnis digital yang memerlukan server untuk penyimpanan data.

Modal Indonesia untuk bisnis data center
Indonesia sudah mulai siap untuk menjadi lahan bisnis data center yang menguntungkan. Antara lain dengan adanya PP No. 82 Tahun 2012 yang mewajibkan lembaga penyelenggara sistem elektronik untuk menempatkan pusat datanya di wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Presiden Jokowi juga sedang mewujudkan pembangunan infrastruktur pembangkit listrik 35.000 MW untuk pasokan listrik yang lebih stabil. Berdasarkan data Board Group pada tahun 2015, jumlah perusahaan yang menyediakan layanan data center di Indonesia saat ini ada sekitar 25-30 provider.

  • view 115