Love What You Do (?)

Johan Saputro
Karya Johan Saputro Kategori Inspiratif
dipublikasikan 01 Maret 2016
Love What You Do (?)

Apakah kita (sudah) mendapatkan pekerjaan yang kita cintai dan minati?

Barangkali pekerjaan yang saat ini begitu kita sukai suatu saat menjadi begitu tidak kita sukai. Pun sebaliknya, boleh jadi pekerjaan yang saat ini begitu tidak kita sukai suatu saat akan begitu kita sukai.

Berbahagialah ia yang bekerja sesuai dengan apa yang ia yakini sebagai passion-nya. Karena ia akan mengerjakan suatu hal yang benar-benar ia sukai. Dan tentulah hari-harinya akan menjadi begitu menyenangkan dan menggairahkan.

Beruntunglah ia yang bekerja di luar apa yang yang ia yakini sebagai passion-nya. Sebab ia akan menempuh jalan-jalan yang sama sekali baru, pengalaman-pengalaman yang teramat asing, dengan begitu ia akan senantiasa belajar hal-hal baru.

Adalah sangat beruntung seandainya sejak kuliah, atau bahkan sejak masih duduk di bangku SMA kita sudah mengetahui ke mana kita akan mengarahkan karir ke depannya. Dengan begitu, kita bisa menjadi lebih begitu fokus dalam merencanakan atau mempersiapkan langkah-langkah jitu untuk meraih profesi yang kita inginkan itu. Sayangnya, sebagian dari kita tak seberuntung itu.

Sebagian dari kita justru ?bermasalah? ketika ditanya ?Apa yang kamu sukai? Apa yang kamu minati?? Ketika mendapati pertanyaan tersebut, mereka tak bisa lantas menjawab dengan begitu mantab. Mereka masih membutuhkan jeda untuk sekadar meraba-raba, mencari-cari hal-hal apa yang benar-benar mereka sukai dan mereka minati. Mereka (mungkin) akan menengok-nengok ke masa silam dan mendapati bahwa ternyata banyak dari hal-hal yang mereka ?masuki? atau mereka ?jalani? lebih banyak terjadi karena pengaruh arahan orangtua, atau mungkin pengaruh dari lingkungan teman sepermainan, bukan karena mereka benar-benar orisinil menginginkannya (meminatinya).

Barangkali setelah lulus kuliah, kita pun pernah mengalami bahwasanya pekerjaan pertama yang kita dapati adalah pekerjaan yang secara keilmuan tak sesuai dengan jurusan kuliah yang kita pilih. Lebih parah lagi, sudah tak sesuai bidang keilmuan, kita pun merasa tak menyukai bidang pekerjaan itu. ?Saya kuliah jurusan apa, masa kerjaannya begini? Dan lagi, itu bukan passion saya?, keluh kita,

Kemudian kita pun menyikapinya dengan bekerja sebatas karena kita harus bekerja. Kita bekerja dengan ?egla-egle?, dalam istilah bahasa Jawa, Pekerjaan yang kita lakoni itu pun terasa menjadi begitu melelahkan. Melelahkan tersebab: pertama, kita memaksakan diri untuk menyukainya, dan kedua, kita memaksakan diri untuk tetap melakukan pekerjaan tersebut. Tak ayal, nyaris setiap hari kerjaan kita curhat dan complain, entah kepada teman saat ngopi atau lewat update status di media sosial. Pendek kata, kita tidak menjadi produktif dalam bekerja. Kita bukan menjadi asset, melainkan beban bagi perusahaan tempat kita bekerja

Namun, sebagian dari kita yang lain masih merasa bersyukur, meski pekerjaan pertama yang kita dapati tak linier dengan jurusan yang kita tempuh semasa kuliah. Mereka?sebagian dari kita yang lain itu?menganggap pekerjaan sebagai a journey of learning. Mereka mampu melihat dengan sudut pandang yang lain. Mereka berpandangan bahwa pekerjaan ibarat ?pintu?. Ketika mereka sudah memiliki pekerjaan, terlepas apakah mereka suka atau tidak dengan pekerjaan tersebut, mereka akan memasuki ?pintu? tersebut, dan ?learn and do a lot of things? di dalamnya dengan penuh totalitas dan sepenuh hati.

Barangkali, mereka?sebagian dari kita yang lain itu?pun pada mulanya merasa tidak begitu menyukai pekerjaan-pekerjaan itu. Namun, seiring waktu, sejalan dengan begitu banyaknya keterlibatan dan tanggungjawab di dalam pekerjaan-pekerjaan itu, mereka pun kemudian bisa mencintai apa yang mereka kerjakan. Ya, seperti pepatah Jawa yang mengatakan, ?witing tresna jalaran saka kulina?, rasa cinta bisa tumbuh karena terbiasa berinteraksi. Atau bisa juga, ?witing tresna jalaran ora ana liya?, rasa cinta bisa bertumbuh tersebab tidak ada yang lain. Dengan kata lain, apa mau dikata, ketika belum menemukan pekerjaan yang kita cintai, lebih baik adalah mencintai apa yang kita kerjakan sekarang dengan penuh kesadaran dan kesepenuhan hati. Eih, kok malah jadi cinta beneran..

?Lantas kau sendiri bagaimana Jon? Apakah kamu sebagian dari yang nggresulo ataukah kamu sebagian dari yang mencintai pekerjaan??

?Ouh.. he..he.. I have to try to do everything without complaining.. and I have to try to love what I have at the moment..yeah.. he.. hee.. ?

  • view 133