Tak Terbantahkan

Ahmad Muhajir
Karya Ahmad Muhajir Kategori Puisi
dipublikasikan 14 November 2017
Tak Terbantahkan

Menurutmu; menurutku. Kita tak sinkron. Asinkron.

Kau lihat dunia dari kulitnya.
Aku belum temukan dasarnya. Meski ku pandang dalamnya tak hingga.

Kulihat bumi dan langit sama. Satu sumbu saja. Sedang kau buta sumbu dunia, dunia.
Jika tak bisa ku tunjuk dimana; kau anggap tak ada.

Bukan milyaran mentari kulihat di cakrawala. Hanya trilyunan tahun cahaya kubik ruang hampa tak hampa. Pun penuh caturta zarah pra dasar bergejolak ke segala arah di setiap jengkalnya. Semua meriah berdansa secepat kilat. Hanya saja semua kasat mata.

Jika tak kulihat bahaya depan mata kepala. Kenapa pula ku larang bermain badai.
Pada fenomena setara berjuta kuda hela. Pasti ada bahaya dalam setiap tiupan riuh rendahnya.
Tak ku ramal juga. Tak kentara kapan mula dan jedanya.
Bisa tak jumpa jua selamanya.

Bukan pada secepat laju suara. tidak pula tingginya, mananya. Terbangnya, kepaknya, sayapnya. Hanya mendaratnya pada lintasan udara.
Terhempas sudah niscaya.

Katamu aku tak berbudaya.
Semua bahasa ku anggap sama. Cuma pola dan adukan kata-kata, suara.
Belajar sebanyaknya supaya dapat bincang segala manca.

Tak ada rasa pada rima dan nada.
Tak berdecak ria seirama denting instrumen penggetar senar.

Bagiku imaji dawai sama dengan riak di udara. Merambat bernada dan rancak beda fasa.

Bukan tuna rasa tepatnya. Hanya tenggelam di dalam kelam.
Tergeletak entah di mana letak petak dalam kepala botak.

Memangnya ada manusia benar tanpa rasa?

Semua, sua, rasa, dan asa. Satu semesta.

Busa pukul dua; tiga,
Sempurna gila,

A Muhajir

  • view 21