Hari Ke-20

Jihan Suweleh
Karya Jihan Suweleh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Maret 2016
Surat Cinta di Bulan Maret

Surat Cinta di Bulan Maret


Kutuliskan 31 Surat Cinta untuk Maret. Semoga kau bahagia, sebab kutuliskan ini dengan bahagia juga.

Kategori Acak

5.6 K Hak Cipta Terlindungi
Hari Ke-20

Untuk Luna.

Anak cantik, jangan bersedih.

Luna, jika nanti kau lihat banyak teman-temanmu yang nakal, biarkan saja, mereka akan lelah sendiri bila harus mengejekmu terus-terusan. Tak usah hiraukan mereka, kadang kita memang dipertemukan pada teman-teman yang suka mengumpat, dan bahagia ketika melihat orang lain ditindas.

Adakalanya Luna, kita harus sabar, tapi kita juga harus tahu bersikap. Ibuku pernah bilang, ceritalah tentang perasaanmu pada dirimu sendiri, sebab orang lain tak seutuhnya peduli. Bicaralah pada dirimu, tenanglah, Tuhan ada di dalam diri, tak usah jauh-jauh melihat langit.

Luna, kejarlah cita-citamu, walaupun orang tuamu tak mendukung, walau keluargamu menyepelekan segala ingin yang kau bentuk. Kejarlah Luna! Kejar! biar mereka yang pusing mencibir, kau tetap harus berjuang, sembari menutup bibir.

Cinta selalu ada, kendati mereka tak terlihat percaya pada kemampuan yang kau tawarkan. Tak semua keluarga harmonis, tapi jangan kau menjadi egois, dan skeptis. Luna, tetaplah menjadi dirimu. Penuh cinta, ramah, dan penyayang. Seribu orang membencimu, ingatlah pada Ibu yang rela mengandungmu. Ibu tak akan jahat Luna, tak akan. Sesekali waktu mungkin terlihat marah, tapi Ibu selalu menyayangimu, sakitmu adalah darahnya yang mengalir ketika melahirkanmu.

Luna, jangan bersedih ketika kau melihat cermin. Wajahmu mungkin tak seperti anak-anak yang lain, tapi di wajahmu ada cinta yang dititipkan Tuhan pada rahim Ibumu selama sembilan bulan. Luna, sabar, Luna, ayahmu memang mengeluh dengan rupamu, tapi bersyukurlah, ia masih ingin menyekolahimu.

Ketika tak ada yang bisa menyembuhkan lukamu, atau sekadar menghiburmu, ingatlah Luna, dadamu lebih lapang dibanding mulut mereka saat tertawa. Kau tak butuh orang lain dalam menghapus derita, kau lebih hebat dari penderitaan, Luna. Jangan mengkerdilkan diri.

Setiap manusia memiliki keunikan masing-masing. Jangan takut berbeda, Luna. Belajarlah tabah dari orang kidal. Luna, dunia ini luas, hanya saja ia bulat, maka berputar-putar. Jangan benci ketika kau harus bertemu orang yang itu-itu saja. Tuhan tak akan menyakitimu, ia lebih senang menyayangimu.

Kegetiran hidup ini Luna, jadikanlah pelajaran, sebab rasa sakit tak ada di buku sekolahan. Luna, tabahlah, jangan pernah bosan untuk bertabah. Jiwamu terlalu suci jika kau isi dengan prasangka-prasangka. Sejuta kejahatan di dunia tak akan menodai ketulusan yang kau punya. Berkembanglah menjadi anak yang tegar, Luna. Kau terlalu indah untuk dirusak.

Luna, yang perlu kau lakoni dalam hidup ini hanyalah bersosialisasi. Walaupun hatimu enggan ditemani, tapi kau perlu berbagi, meski hanya sebatas senyum, dan sapa-sapa yang irit. Jangan melulu menyendiri, sekalipun kau senang menyendiri. Memang sakitmu itu perih, tapi kau juga makhluk sosial, sayang.

Sukseslah, Luna. Terbanglah yang tinggi sebelum hujan memberatkan sayapmu. Percayalah pada dirimu, sebab teman-temanmu akan terus menjatuhkanmu. Bangkitlah, Luna, berjuanglah, sebab kawan sebangkumu bisa saja jahat. Luna, kutuliskan ini bukan karena ingin menakutimu, bukan. Tapi memang hidup ini sering berliku, dan kita harus punya kendali tuk bertahan di situ.

Luna, tumbuhlah besar menjadi anak yang hebat. Orang tuamu akan bangga, sekalipun kau selalu diacuhkan, selalu dianggap bodoh dari pada anak mereka yang lain. Luna, jadilah perempuan yang besar. Dari dirimu akan hadir anak-anak yang berguna. Kau harus kuat, Luna, harus.

Luna, aku sayang dirimu. Tersenyumlah saat bercermin. Kau cantik. Tak usah pikirkan yang lain.

  • view 168