Hari Ke-9

Jihan Suweleh
Karya Jihan Suweleh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Maret 2016
Surat Cinta di Bulan Maret

Surat Cinta di Bulan Maret


Kutuliskan 31 Surat Cinta untuk Maret. Semoga kau bahagia, sebab kutuliskan ini dengan bahagia juga.

Kategori Acak

5.7 K Hak Cipta Terlindungi
Hari Ke-9

Hujan yang turun di sore itu, kau bilang untukku. Sebab bertahun-tahun hanya ada kemarau di bibirmu. Kau sembahkan janji-janji menggulung, seperti ombak di pantai yang biru. Kau basuh lukaku dengan luka yang baru, kau tanggalkan kesakitan lewat matamu yang teduh. Atas nama cinta kita membuang-buang waktu. Merahkah senja yang kita lihat waktu itu? Tataplah mataku, dan kau lihat darah-darah yang mengalir di mataku. Lebih luka mana, diriku atau kekasihmu yang baru? Kau tinggalkan aku setelah habis kau potong hati ini dengan jemarimu yang utuh. Ingatkah kau pernah mencium dan memelukku dengan lembut?

Di hari ke empat belas bulan Juli kucium bibirmu yang kering, sebagai tanda terimakasih telah menyakitiku dengan baik. Selintas kuingat kita pernah bergandengan di dalam lemari, karena mengumpat dari kejaran rentenir. Sanggupkah wanitamu menerimamu sepertiku? Paling-paling ia hanya menemanimu naik gunung lalu mengeluh, dan minta dipeluk. Kau meninggalkan wangi yang menyebalkan di hidungku, dan kau mencaci makiku demi wanitamu itu. Kalaupun aku hidup lama, aku tak akan mendendam. Hidupku lebih terhormat dibanding kau dan dia. Selamat tinggal. Semoga bahagia.

  • view 144