Hari Ke-7

Jihan Suweleh
Karya Jihan Suweleh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Maret 2016
Surat Cinta di Bulan Maret

Surat Cinta di Bulan Maret


Kutuliskan 31 Surat Cinta untuk Maret. Semoga kau bahagia, sebab kutuliskan ini dengan bahagia juga.

Kategori Acak

5.7 K Hak Cipta Terlindungi
Hari Ke-7

Malam ini kutulis surat dalam keadaan mengantuk. Mataku kedap-kedip, hidungku kembang kempis. Sudah berlalu kucing yang mondar-mandir di hadapanku, entah cari ikan, entah cari tikus. Tapi di sini aku duduk dengan laptop hitam, mouse hitam, dan kopinya juga hitam, kita sama-sama hitam. Kita teman, dan saling sayang.

Masih terdengar suara Beyonce berceloteh tentang mimpi-mimpi yang kesepian, lewat lagunya, Listen. Tadinya lagu itu begitu syahdu di telingaku. Tapi malam ini, entah mengapa begitu riuh. Mungkin lagu ini kurang cocok untuk suasana hatiku yang sedang gelisah.

Listen to the song here in my heart. A melody i start but can?t complete. Persis cintaku yang sudah kumulai tapi tak bisa kuakhiri. Halah. Oh, the time has come for my dreams to be heard. They will not be pushed aside and turned. Mimpi-mimpiku yang kubangun agar bisa bersamamu, dan mereka tak akan kuubah. Hah. Persetan lah.

Lagu sista Beyonce seketika menjadi rusak, jika kerongkonganku yang kering ini terus-terusan menyanyikannya. Dan mungkin liriknya menjadi melenceng, karena aku tak paham bahasa inggris. Seperti aku yang sama sekali tak paham dengan hatimu, tingkahmu, dan maumu. Laki-laki keparat yang kucintai sebegini rupa.

Kita tak bertemu, karena kau tak mencariku. Aku menemukanmu, tapi kau tak ingin bersamaku. Manisku, jika kau ingin jahat, jahat saja sekalian. Laki-laki pengecut hanya bisa pura-pura berbaik hati. Kalau kau ingin dijadikan masa depan, bertindaklah. Jauhi aku secara jelas, atau cintai aku dengan tuntas.

Aku tak akan menjanjikan apa-apa. Sempat kuberpikir, suatu saat aku akan bisa membuatmu jatuh hati. Tapi ternyata tidak. Bukan karena tak mungkin, sama sekali tak. Hanya saja aku tak perlu memaksa diriku untuk membuat orang lain menyukaiku. Apalagi memaksamu.

Aku juga tak bisa membuatmu bahagia, sebab dicintaimu saja mustahil rasanya. Aku hanya bisa membuatmu senang. Setidaknya kau senyum-senyum sendirian. Jika kau belum ingin membagi senyummu padaku.

Selain itu, aku bisa membuatmu nyaman. Aku yakin. Karena aku seempuk kasur. Mataku sedalam laut. dan hatiku seluas pikiranmu. Kelak jika kau memutuskan tuk masuk, kau akan sulit menemukan jalan keluar. Terjebaklah di hatiku. Kujamin pasti menyenangkan.