Hari Ke-6

Jihan Suweleh
Karya Jihan Suweleh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Maret 2016
Surat Cinta di Bulan Maret

Surat Cinta di Bulan Maret


Kutuliskan 31 Surat Cinta untuk Maret. Semoga kau bahagia, sebab kutuliskan ini dengan bahagia juga.

Kategori Acak

5.2 K Hak Cipta Terlindungi
Hari Ke-6

Di bawah langit yang sama, aku masih berdiri. Berpikir akan maju, atau kembali menyapamu. Bersamamu aku akan tetap menjadi orang yang labil. Ingin pergi, tapi kembali lagi, ingin marah, tapi baik lagi.

Bayang-bayang senja membantuku menempuh perjalanan hari ini. Awan demi awan bergerak di atas kepalaku yang bulat. Tema perjalananku ini adalah melupakanmu. Dan itu sulit sekali. Baru satu hari aku sudah ingin menangis. Untung saja tadi hujan, jadi air mataku dicucinya sekalian.

Tuhan tahu aku inginkanmu, tapi ia tak menyampaikannya padamu. Mungkin karena takut aku akan mencintaimu melebihi cintaku padanya. Atau sebetulnya Tuhan sudah menyampaikan itu padamu, tapi kau menjauh karena tak suka denganku.

Aku benci, aku benci. Mengapa mencintaimu menjadikanku selemah ini.

Angin bolak-balik dari timur ke utara, selatan ke tenggara, sementara aku sedang ada di barat, menunggu cintamu mendarat. Tapi nihil, tapi mustahil. Aku benci ini, mencintaimu menjadikanku selemah ini.

Jujur saja. Apa kau pemalu? Jika iya, coba lihat di luar jendela. Malam ini langit menangis, itu bukti sakitku karena diacuhkan olehmu. Jika tidak, coba balas pesanku, apa sulit membalas pesan, sayang?

Malam ini, kutulis surat dengan gaduhnya suara petir. Langit sedang ramai sekali. Mereka baik, membuatku tak jadi kesepian. Tapi mereka juga tak mampu menyampaikan cintaku padamu. Oh, betapa lucunya aku. semalam aku ingin pergi jauh darimu, sekarang aku memohon kau membalas cintaku.

Tapi inilah aku sayang, tak ada yang bisa membuatku berhenti mencintaimu. Cinta ini muncul tanpa kuminta, lalu aku berusaha menghapusnya. Mana mungkin bisa. Cinta ini melebihi keindahan. Aku mencintaimu melebihi sesuatu yang kau lihat sebagai pemandangan.

Seandainya cintaku tak cukup bisa membahagiakanmu, aku siap menambahnya lagi, dan lagi. Maka itu bicaralah, jangan buatku bingung terus. Jika kau tak keberatan, kita akan sama-sama pergi ke tempat perasaanku tinggal. Kita akan senang di tempat yang tenang. Aku ingin meramu rasa sayangku di tengah-tengah keheningan.

Aku, dan kau dalam keheningan.

  • view 213