Hari Ke-3

Jihan Suweleh
Karya Jihan Suweleh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Maret 2016
Surat Cinta di Bulan Maret

Surat Cinta di Bulan Maret


Kutuliskan 31 Surat Cinta untuk Maret. Semoga kau bahagia, sebab kutuliskan ini dengan bahagia juga.

Kategori Acak

5.2 K Hak Cipta Terlindungi
Hari Ke-3

Hei. Anata no koto ga daisuki.

Mulai malam ini biasakanlah mengamati isi suratku dengan baik. Aku ingin kau memahami pesan-pesanku tanpa kujelaskan satu persatu. Tapi aku terlalu banyak mengulang ingin, tanpa satupun bisa kulampaui. Malam tiba-tiba menjadi dingin, seperti pertama kali kau membalas senyumku.

Sejak pertemuan kita di bibir pintu kamar mandi masjid. Aku lupa tanggal berapa saat itu. Aku hanya mengingatmu. Sepasang mata yang tegas, namun sesekali terlihat lemah. Seperti melihat hutan. Aku jadi ingin berpetualang.

Karena pertemuan singkat itu, aku jadi sering menghabiskan waktuku di masjid. Menunggumu datang. Melihat-lihat punggung pria sambil kutebak-tebak itu punggungmu atau bukan. Aku juga menjadi sering deg-degan ketika mendengar suara langkah kaki yang mulai menghampiri.

Sembari menunggumu, kutuliskan beberapa puisi. Puisi sederhana yang mungkin tak akan membuat dadamu bergetar. Tapi aku senang. Karena puisi semanis senyummu.

Ketika inginku sedang besar-besarnya, wajahmu seolah datang dan berkata, jangan terlalu ambisius, jalani saja dulu. Dan tanpa repetisi darimu, aku menuruti perkataanmu. Mungkin begitulah cinta, ketika aku tak ingin membebanimu dengan urusan yang kupunya, kau hadir dengan sejuta bantuan. Walau terkadang ulat-ulat nakal di pikiran sering bertanya, ini hanya lamunan kan?

Ah, waktu itu, sudah lama sekali. Ketika matamu menjadi satu-satunya perapian di tengah kedinginanku. Dan kini, saat sepi mulai merayakan pesta di dadaku, saat kumulai meremas jantungku sendiri, aku hanya bisa mengulang-ulang senyummu yang dingin di kepalaku.

Sekali lagi, hadirlah sekali lagi. Aku hanya ingin melihat wajahmu, sekali lagi. Sekali saja. Benar, sekali saja. Setelah itu biar kuputuskan kembali mau melihatmu terus atau berhenti sampai di situ.

Huh, manisku. Aku bingung. Tapi kau jangan ikut bingung juga. Biarlah aku yang kebingungan. Cinta ini sedang berkobaran di hatiku. Hatimu cukuplah menjadi penyejuk, maka biarlah dia dingin sampai hatiku tak lagi kepanasan. Oke?

***

Suki da. Daisuki da. Tsukiatte kudasai. Ima made arigatao. Anata no koto, wasurenai.