BUNGA MIMPI, MIMPI BUNGA

Jihan Suweleh
Karya Jihan Suweleh Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 06 Mei 2016
BUNGA MIMPI, MIMPI BUNGA

Budi bermimpi, ia dan ibunya pergi ke ilalang belakang musholah. Di sana Budi melihat bunga. Budi mengajaknya berkenalan, dan ibu melihatnya senyum-senyum saja. Bunga itu diam, Budi kesal, karena diacuhkan. Lalu Budi bertanya pada ibu, mengapa bunga itu sendirian? Ibu menjawab, karena beramai-ramai sudah terlalu mainstream. Mata ibu menatap Budi sambil tertawa kecil.

Budi bertanya lagi pada ibunya, mengapa manusia harus bicara? Ibu menjawab, kali ini lebih serius. "Karena ibu juga bicara, nenek, dan kakekmu juga bicara, dan kita semua bicara, kita tak punya pilihan," katanya. Budi bertanya lagi pada ibunya seolah tak puas dengan jawaban ibunya. Kata Budi, lalu bagaimana dengan yang tak bisa bicara?

Ibu menjawab, kita semua berbicara, mereka juga berbicara, walau tak bersuara. Budi diam. Lalu menatap bunga itu lagi. "Bagaimana dengan bunga?" Ibu tersenyum, dan menjawab, ia juga berbicara, tapi kau tak mendengarkannya. "Dia bisu juga?" tanya Budi. "Tidak, kau hanya belum memahaminya." Budi kesal. "Ah, aku mau protes sama Tuhan, ini nggak adil." Ibu tertawa, ibu bilang, telepon aja. Budi menjawab dengan polos, aku tak punya pulsa, hp aja nggak punya. Ibu tertawa lagi.

Keesokan harinya, Budi dan Ibu membeli banyak bunga. "Jika aku berbicara, ia mendengarkan, jika memang ia juga berbicara, aku juga harus mendengarkannya. Ibu, aku akan memahaminya, sebelum aku bisa mendekatinya," kata Budi.

Ibu tersenyum. "Iya, dan kamu sekarang memahami teman-temannya. Pasti kamu bisa dekat dengannya." Lalu Budi tertawa, ibu juga. Mereka berpelukan. "Ini kita masih mimpi, kan?" tanya ibu.


  • Polisi Bahasa
    Polisi Bahasa
    1 tahun yang lalu.
    Tentang "musholah"

    Kata aslinya jika ditransliterasi adalah "musholla". Namun dalam KBBI tercatat, penyerapan bahaasa Arab ini menjadi: "musala".

    Memang tak banyak yang tahu atau menggunakannya.

    Di luar sana, kita akan menemukan banyak varian penggunaan: mushola, musolah, musalah, musolla, yang kesemuanya itu salah secara tata bahasa baku.