PEREMPUAN YANG MEMILIH PERGI

Jihan Suweleh
Karya Jihan Suweleh Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 15 April 2016
PEREMPUAN YANG MEMILIH PERGI

Perempuan yang memilih pergi. Dicintai kian rumit, ketika kau sulit memahami. Mencintai bukan satu-satunya alasan tuk tinggal. Kita butuh sesuatu yang bisa kita yakini bahwa kita tetap bisa berpegangan di atas jalan yang sama.

Sejauh apapun jarak, aku, dan kau tetap akan memeluk sekalipun bising kota yang kita huni berbeda, dingin lantai yang kita duduki tak sama, dan langit-langit rumah kita tak sewarna. Sedekat apapun bibir kita, takkan bisa tawarkan kehangatan bila kau tak percaya, bahwa aku di sini baik-baik saja.

Kekasih, bukan aku yang salah di sini, bukan pula kau. Tetapi waktu telah menyediakan tempat lain tuk kita huni, sebab luka terlalu sering diulang-ulang, dan aku tak punya nyali tuk membencimu sekali saja.

Rindu selalu kususun di hatiku untukmu. Dan di mata ini sungguh tak pernah kudalami lelaki lain selain dirimu. Aku selalu ingin pulang lebih cepat, dan berharap kepergian akan datang lebih lama, kubertahan hanya demi seorang yang selalu sulit percaya. Mencintai seoalah sia-sia.

Kekasih, kukatakan sekali lagi. Aku tak pernah membenci walau kau pukul aku dengan caci. Aku takkan membalas rasa sakit yang kurasa, sebab kita telah dewasa, dan aku hanya bisa membalas cinta, bukan kebencian. Tapi sayang, waktu telah menyediakan tempat lain tuk kita huni. Mungkin kekosongan. Biarlah dulu begini, kita memeluk diri kita masing-masing.