Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesusastraan 10 April 2016   15:37 WIB
Hari Ke-28

KESEDIHANKU SEBAGAI MAKHLUK KECIL

 

Aku makhluk lemah, dan dilarang menangis oleh ibu sejak kecil.

Aku makhluk lemah, dan dilarang ibu menyakiti orang lain, walau orang lain menyakitiku.

Aku makhluk lemah, dan dilarang ibuku untuk marah ketika ku dihina orang lain.

Aku makhluk lemah, dan dilarang ibu tuk bercerita tentang kelemahanku.

 

Ibu bilang, aku harus kuat

Ibu bilang, aku anak pintar

Ibu bilang, aku anak yang baik

Ibu bilang, aku harus bisa menahan emosi

 

Ke mana pun aku menoleh

Sekalipun pada ibu

Yang kutemukan hanya kekosongan

Yang kutemukan hanya kesedihan

 

Kesedihanku di mata mereka hanya canda tawa

Ibu bilang aku harus tegar

Kesedihanku sebagai makhluk kecil

Kesedihanku sebagai anak yang asing

 

Ibu, aku sudah besar

Tapi aku ingin bermain boneka

Aku ingin bermain layangan

Aku ingin punya teman

Aku ingin mereka menerimaku

Dan sekarang aku ingin punya kekasih

Seperti teman-temanku yang lain

Ibu, aku sudah besar

Dan sekalipun aku belum pernah sebahagia mereka

 

Ibu, aku sudah besar

Tapi mengapa aku masih menjadi kecil, bahkan semakin kecil, dan mereka tak mampu melihatku lagi

 

Ibu, aku ingin bahagia, bu

Aku ingin

 

“Bahagialah, ketika kau masih bisa merasakan Tuhan lewat napasmu,” kata ibu.

Sementara kulihat rumput dari kaca jendela masih bergoyang-goyang

Mereka terlihat bahagia.

Karya : Jihan Suweleh