Hari Ke-27

Jihan Suweleh
Karya Jihan Suweleh Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 10 April 2016
Surat Cinta di Bulan Maret

Surat Cinta di Bulan Maret


Kutuliskan 31 Surat Cinta untuk Maret. Semoga kau bahagia, sebab kutuliskan ini dengan bahagia juga.

Kategori Acak

5.2 K Hak Cipta Terlindungi
Hari Ke-27

Memaknai perpisahan.

            Semua yang pernah singgah, yang pernah saling mendambakan, yang kemarin-kemarin begitu dekat, pada akhirnya terpisah juga. Aku sudah bisa menerima segala kehilangan tentangmu. Tak ada lagi engkau yang kuganggu, kutanyakan kabar, dan kumintai tolong hingga larut malam.

Aku sudah bisa menerima keadaan yang sempat kurasa tak berpihak denganku. Sungguh. Sekarang tanpamu, atau denganmu akan menjadi sama saja. Dan kubiarkan hati ini berlayar ke manapun ia mau.

Jika aku memang lemah, tak mungkin kubiarkan kau pergi memilih inginmu sendiri. Aku telah berjuang, berusaha menjadi yang paling membutmu tenang. Aku telah bersungguh-sungguh menyenangkanmu. Mendengarkan keluh kesahmu, menjadi satu-satunya teman yang kau butuhkan ketika kau ditimpa beban yang begitu berat.

Dan yang kau inginkan bukan aku, sekalipun aku merasa kau sebetulnya membutuhkanku. Sakit memang. Tapi ini jalan satu-satunya, sebab di hatimu hanya ada kebuntuan. Aku tak mampu meruntuhkan tembok-tembok yang ada di sekelilingmu. Pada dasarnya mungkin aku yang memaksakan diri, aku begitu tak tahu batas kemampuanku tuk bersanding denganmu.

Aku terlalu memaksa, aku terlalu ingin menjadi yang kau suka. Walau kutahu kau tak bisa pergi dari bayang-bayang mantan kekasihmu. Dan sekali lagi, kucoba tuk membuatmu menanggalkan kenangan bersamanya, sesekali kujadikan diri ini menjadi sepertinya. Namunku justru hanya menjadi pelarian, sekaligus pelampiasanmu dengannya.

Semoga ini menjadi malam terakhirku mengingatmu, sebelum aku benar-benar telah mampu meninggalkanmu di ingatanku. Dan kutulis surat ini, untukmu, semoga kau baca. Tak akan ada lagi yang membuatmu tertekan, dan kita sama-sama bisa bebas dari perasaan terpaksa yang kita cipta sendiri.

Semoga aku betul-betul bisa menerima segala kehilangan tentangmu. Sebab aku tak ingin menyakiti orang lain dengan berpura-pura mencintainya, karena tak bisa melupakan mantan kekasihku. Sampai jumpa di lain waktu dengan kebahagiaan kita masing-masing.

  • view 141