Hari Ke-25

Jihan Suweleh
Karya Jihan Suweleh Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Maret 2016
Surat Cinta di Bulan Maret

Surat Cinta di Bulan Maret


Kutuliskan 31 Surat Cinta untuk Maret. Semoga kau bahagia, sebab kutuliskan ini dengan bahagia juga.

Kategori Acak

5 K Hak Cipta Terlindungi
Hari Ke-25

Hujan mempertemukan.

Dua sahabat yang memutuskan tuk pergi, saling membenci, dan memaki. Seperti kemarau panjang yang dipaksa tuk menurunkan hujan. Ini hanya karena salah paham. Kita tak coba sembuhkan luka, hanya bisa menambah perselisihan. Tak satupun berpikir tuk bertanya. Seolah semua tak ada benarnya.

Duduk di kursi itu, begitu sepi, sebelumnya kududuki bersamamu, sebelumnya ada tawa di situ. Dulu begitu merangkul, kini ditaruh di panggul. Diam-diam, masa muda kita kan layu, diam-diam kita kan redup. Mati menahan rindu.

Sahabat, jangan jauh-jauh terus, sepuluh tahun kita tak menegur. Sahabat kecil yang selalu memeluk, saat duka, saat senang di raut muka. Kau terus diam tanpa suara, sekarang hanya kebisuan yang kau punya.

Kering sekali pemikiran ini, kosong jiwa kita masing-masing. Pucat seperti tanpa darah, kumenunggu air matamu pecah. Lalu kita menangis sama-sama. Tapi kapan? Bahkan segan kau lihat wajahku yang mampir di depanmu. Entah ini salah siapa, tak ada yang mau mengalah. Aku dan kau kuakui sama saja. Sulit sekali mengucap maaf tuk kita, tuk persahabatan kita. Kau, dan aku terlalu besar, tak sanggup dikecilkan.

Wajahmu lebih dari sekadar dingin. Kau lihat kematian di bibir ini. Aku tak sanggup lagi berbuat apa, dan meminta maaf itu sangat susah. Jika kau tak sudih menunduk, aku pun enggan menyambangimu lebih dulu. Sepuluh tahun bukan waktu yang singkat, ya sudah, teruskan saja.

Aku benci juga jika begini, seolah-olah aku yang egois, seolah aku yang keji, ini kesalahan kita bersama, harusnya kau ingat. Ingatlah seperti aku yang mengingat hobimu, cita-cita, mimpi, dan kesedihan-kesedihanmu.

Dan hujan mempertemukan.

Dua sahabat yang sampai hati meminta maaf. Saling memaafkan tanpa ada yang minta maaf. Tubuhmu yang hampir lepek, bersinar di bawah hujan deras. Mungkin ini hujan terakhir di bulan lahirmu, dan kau memeluk sahabat kecilmu.

  • view 93