Ketika Seorang Kapten Ingin Menjadi Presiden (PART 1)

Ketika Seorang Kapten Ingin Menjadi Presiden (PART 1)

Mardha Ferry Yanwar
Karya Mardha Ferry Yanwar Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 26 September 2017
Ketika Seorang Kapten Ingin Menjadi Presiden (PART 1)

Namaku adalah Mardha Ferry Yanwar, biasa dipanggil "Jendral" oleh teman-temanku, tentu ini bukan tanpa sebab, karena aku sering menyuruh mereka untuk memanggilku dengan nama panggilan ini, karena menurutku nama samaran lebih mudah diingat daripada namaku yang asli. Ini bukan berarti aku tak menyukai namaku yang asli, justru karena aku menyukai namaku yang asli maka aku ingin kau menemukannya sendiri. Namaku sangat sulit ditulis oleh orang yang baru saja mengenalku, dan tentu pasti salah, berani taruhan? Tentu akulah yang menang. Nama Jendral sendiri itu aku buat karena waktu kecil teman-temanku di kampung selalu menyebut namaku dengan sebutan kapten, entah aku pun sampai sekarang belum tau apa sebabnya aku dipanggil kapten waktu itu. Dan karena alasan itulah aku sering menggunakan nama Jendral saat ini, kenapa? ya tentu karena alasan Hidup harus berkembang, bahwa hidup harus maju, sehingga dimulai dari namamu (dirimu) lah kau jalani cerita hidupmu sendiri. jadi ketika kau waktu kecil dipanggil "Kapten" maka ketika besar kau harus sudah menjadi Jendral.

Itu adalah sekelumit tentang perkenalanku terhadapmu, dan disini aku ingin menceritakan kisah-kisahku, sebenarnya tidak akan cukup aku menuliskan perjalanan hidupku disini, namun aku akan sedikit bercerita dan memilih salah satu kisah pengalamanku, yang mudah-mudahan bisa menginspirasi teman-teman yang ingin menyerah dengan keadaan, sehingga kau tidak jadi menyerah dan terus bersyukur terhadap dirimu sendiri.

kisah ini berawal dari sini, sejak kecil aku slalu memimpikan menjadi seorang Presiden, namun aku tidak pernah menengok bagaimana kehidupan keluargaku yang serba kekurangan, untuk makan saja susah, tentu hal lain pun juga susah apakah bisa aku mewujudkan impianku, tentu sulit. namun disinlah aku harus berjuang ekstra keras untuk meraihnya. Aku adalah anak pertama dari 4 bersaudara dan laki-laki semua tentu harus menjadi tauladan bagi adik-adikku. dalam keluargaku sebenarnya selalu saling mendukung apapun apalagi untuk urusan pendidikan, meskipun harus hutang sana, hutang sini, yang penting anak-anaknya bisa sekolah semua. Pendidikanku dibilang berjalan lancar  seperti orang-orang dari TK hingga SMP, namun ketika menginjak bangku SMA, aku memutuskan untuk Sekolah sambil bekerja, sebenarnya keluargaku mendukungku asalkan bisa membagi waktu. (Bersambung)

  • view 158