Menikahlah Untuk Diri Sendiri

Jasmine Eksugi
Karya Jasmine Eksugi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Agustus 2016
Menikahlah Untuk Diri Sendiri

"Menikahlah untuk diri sendiri". Sebuah nasehat sederhana yang tidak mudah saya cerna. Saya belum tahu rumah tangga itu seperti apa. Apalagi kehidupan di dalamnya. Bagi saya ketika seseorang memutuskan menikah artinya dia telah menemukan tambatan hatinya.

Saya mengerti juga, rumah tangga tidak selalu indah. Ada saat ketika akan banyak ujian yang harus dihadapi bersama. Garis bawahi kata "bersama". Faktanya tidak juga. Banyak yang harus menghadapi sendiri.

Kembali kepada keputusan menikah. Ada banyak pasangan yang menikah bukan untuk diri sendiri. Tekanan dari keluarga, adat istiadat, lingkungan, pergaulan atau mungkin takut hidup sendiri.

Ada yang menikah untuk menyenangkan pihak tertentu. Agar orangtua senang, mertua senang atau karena semua teman sebaya telah menikah. Ada juga yang pasrah dengan Perjodohan. Tidak ada yang salah dengan Perjodohan selama kedua belah pihak merasa nyaman.

Seorang teman menikah selama 18 tahun. Ibu dari lima orang anak. Cinta tidak pernah tumbuh. Teman saya dulu mencintai pria lain. Namun pria tersebut belum siap menikah. Akhirnya dia pasrah dijodohkan. Sedangkan sang suami adalah pria yang saat itu sedang patah hati. Tidak pernah ada rasa saling menghargai satu sama lain. Dalam waktu dekat, keduanya akan mengakhiri pernikahan tersebut.

Seorang teman yang lain menikah karena desakan sang pacar. Saat itu dia belum siap menjadi seorang Imam. Tapi akhirnya dia memutuskan untuk menikah. Sekarang telah memiliki dua orang anak. Apakah dia cinta terhadap istrinya ? "bukan cinta mbak. Aku lebih ke kasihan sama istriku ".

Mereka semua adalah teman baik yang berhati besar. Berani secara terbuka menceritakan kehidupan dalam rumah tangga. Menasehati saya agar lebih bijak mengambil keputusan ketika menikah kelak.

  • view 241

  • Afif Luthfi
    Afif Luthfi
    1 tahun yang lalu.
    Setuju. Menikah karena dasar kasihan tidak akan bertahan lama dalam perasaan damai. Apalagi menikah saat hati sedang patah, biasanya hanya ingin mengisi kekosongan sementara bukan kebutuhan cinta selama hidupnya.