Siapa Sahabat Kita Sebenarnya?

Jasmine Eksugi
Karya Jasmine Eksugi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 Agustus 2016
Siapa Sahabat Kita Sebenarnya?

Sahabat. Hampir semua orang memilikinya. Bersyukurlah yang punya sahabat. Definisi sahabat paling mudah adalah lebih dari teman. Malah sudah seperti saudara sendiri.
Apakah saya punya sahabat ? Tentu. Sahabat saya seorang wanita juga. Teman kuliah yang sekarang juga jadi teman sekantor. Hampir lima belas tahun persahabatan kami.
Apakah kami selalu cocok ? Tidak. Kami dua wanita yang memiliki karakter yang amat sangat berbeda. Hobi yang berbeda. Selera berpakaian yang berbeda juga. Dan tentu saja tidak selalu bersama-sama.
Apakah saya bercerita segala hal dan semua impian kepada sahabat? Tidak. Malah beberapa impian saya pendam. Kenapa ? Nah disinilah point pentingnya.
Persahabatan selama lima belas tahun bukan berarti seorang sahabat memahami diri kita. Berhati-hatilah menceritakan impian yang kita miliki. Tidak semua orang termasuk sahabat akan memberikan support. Apalagi jika menyangkut potensi diri.
Mungkin sesekali kita butuh masukan dari sahabat. Tapi ingat ya, berhati-hati dalam menyerap apa yang dia sampaikan. Jika yang disampaikan memotivasi. Tentu kita terima dengan senang hati. Tapi jika kalimat yang muncul adalah keraguan terhadap potensi diri nah berhati-hatilah.
Kita harus menyikapi dengan bijak. Tetap ucapkan terima kasih terhadap masukan yang telah diberikan. Dengarkan, tapi jangan dimasukan hati. Jika, tidak berpihak terhadap impian kita hehehe.
Siapa yang paling mengerti potensi kita? Tentu diri kita sendiri. Kitalah yang paling bisa mengukur. Coba deh tanya ke hati kecil masing-masing. Secara tidak langsung, kita sudah tahu jawabannya. Hanya saja kita sering mengabaikan hati kecil kita.
Nah kalau begitu apa masih penting kita punya sahabat ? Tentu saja. Sebagai makhluk sosial, pasti kita butuh sahabat. Namun siapa sejatinya sahabat kita ? Tidak lain dan tidak bukan adalah diri kita sendiri.