KIAMAT SUDAH DEKAT

Jan utara Purba
Karya Jan utara Purba Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Juli 2017
KIAMAT SUDAH DEKAT

"  KIAMAT SUDAH DEKAT"

                                     Jan utara purba

N/B

Banyak Orang  berpikir lahir dari rahim ibu

Tapi tdak sadar siapa yg menciptakannya

 

Malam yg begitu hening,saya duduk sendiri ditemani kopi dan sepotong roti,, tdak lupa rokok marlboroku sebagai pelengkapnya.kucoba duduk santai menatap kearah langit sambil angkat kaki,berharap pikiran akan lebih fress mengobati keheningan malam itu.betul saja malam itu teramat sempurna untuk seorang laki2 yg kekasihnya jauh disembrang kota,hehe

Oia kita langsung saja ketopik,basa basinya udahan karena kopi sidikilangnya sudah habis [hehe].

Sesungguhnya  malam itu jga saya sedang memikirkan suatu hal yang membuatku takut,was was dan seolah ingin berlari sejauh aku mampu hingga Tuhan tdak lgi melihatku,

Knapa? Tiba2 saja aku trpikir lapisan bumi sudah berkarat

Aku takut lapisan bumi akan segera retak

Dan yang paling aku takutkan adalah bagaimana jika masanya untuk hidup didunia ini telah habis.

Aku tidak bisa bayangkan jika nanti api neraka akan menyelimuti muka bumi.siapa dan sampai kapan pada akhirnya akan redam...

Aku sedang berpikir,jika kiamat telah tiba,lalu dimanakah aku akn bertemu dengan keluargaku,ayah ibu dan saudara2ku yg sangat aku cintai.

Disurga atau neraka?oh Tuhan,aku tidak sanggup memikirkannya apalagi membayangkannya...

Aku sedang menangisi betapa jahatnya aku didunia ini

Aku sedang menangisi betapa kejamnya diriku kepada Tuhan yg selalu memberi jalan bagiku.

Saat sedang menangis,tiba2 saja telpon berbunyi,aku melihat telepon genggamku trnyata ibu sedang memanggil...ibu bertanya mulai dari kabar hingga ke pekerjaanku,aku menjawabnya dgn begitu semangat seolah tdak sedang menangis.senyum salam dan sapa kusampaikan dengan hangat pada ibuku,lalu di penghujung tlpon ibu berkata untuk tetap mendekatkan diri pada Tuhan,membuatku ingin berteriak sekuat mungkin krna itulah yg sedang kupikirkan.

Tapi Aku mencoba  memyenangkan diri

Ku coba memikirkan tentang dunia dengan lebih santai

Aku sedang berpikir tentang bumi dan isinya yg mulai rapuh.mulai dari gempa sampai pada ulah manusia yg semakin brutal

Kekerasan diluar kontrol,seks diluar kontrol,

Krisis global,peningkatan stres,ilmu pengetahuan yg semankin canggih

Ajaran palsu dan kebingungan agama,hingga ajaran palsu oleh para pemuka2 agama yg menyatakan dirinya suci

Ini semua mnjadi tanda betapa  kiamat telah dekat.

Lalu apa dan bagaimana kita menanggapinya

Membiarkan diri terua tergerus oleh kenikmatan dunia atau berhenti mengikutinya lalu brdoa pada Tuhan

Aku tidak sanggup memikirkan semuanya..kuputuskan untuk menyimpan gelas dan kubasuh wajahku dgn bersih aku mencoba untuk tidur,kutarik selimut dan berdoa agar tidurpun nyenyak

  • view 63