KECOA -

abdul rozak
Karya abdul rozak Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 17 Oktober 2017
KECOA -

 
 
"Udahlah bro, jangan terlalu diambil pusing; gimana itu hidup bener nggaknya.., jadinya sekarang lo malah linglung sendiri kan?!," Andi sedikit kesal mendengar keluhan sohib dekatnya dengan pertanyaan yang hampir sama.
-
"Semua juga takut Tuhannya bro.. perkara sesuai enggaknya dengan sunnah, itu urusan pribadi," Kata Andi lagi meneruskan. Mendengarnya, Badrun hanya termenung, bingung, sedang jemarinya menari lincah memainkan grip melodi dengan cepat; hingga melengking seperti tangisan bocah perempuan.
-
Sejenak Andi terhenyak, pada nada miris seperti jeritan di hadapannya.
-
"Iya.." Badrun akhirnya mengiyakan dengan lemah, menyerah, dan masih merasa bingung.
-
Hingga akhirnya Badrun menghela sendiri ,dan tersenyum. Badrun tidak ingin membuat sahabatnya itu jadi merasa terganggu. Akhirnya Badrun terhenti memainkan gitar, lalu suasana hening.
-
"Eh, barusan melodi apa ?, kedengernya sedih banget; kayaknya bagus buat lagu sadgothic..," Andi setengah termenung, menyesapi sejenak nada yang di mainkan Badrun sebelumnya.
-
"Entah, mengalir gitu aj, barusan lagi nggak lihat grip gitar" Badrun mengakui, matanya masih belum memandangi Andi, tatapannya kosong.
-
"Sini pinjem!," Seketika Andi merebut gitar di pangkuan Badrun. Sontak Badrun kaget, kali ini barulah ia menoleh ke sahabatnya; yang sedari tadi kehadirannya seakan tiada di dekatnya.
-
"Melodi tadi ajarin dong!, "Andi antusias sedikit merengek, tidak merasa bersalah sedikitpun, telah merebut kasar gitar di pangkuan sahabatnya sendiri.
-
"Eh Ndi, awalnya, gimana nyampe orang kepikiran bikin gitar dan ngarang musik ya?" Badrun tersentak sendiri, nggak nyambung dengan pertanyaan Andi, ketika dilihatnya tangan Andi mulai bermain di atas senar gitar. Seakan Badrun menemukan suatu lintasan pikiran, tapi entah entah apa.
-
"Ya elah, yang gitu aj dipikirin, Gitar ya buat memainkan musik, biar nggak sepi dunia bro!" Andi seketika melongo, memandang Badrun aneh dengan sedikit kesal. Menurutnya, sangat disayangkan dengan keadaan Badrun sekarang yang kebanyakan mikir.
-
"Gimana melodi tadi?," Tidak banyak mikir, Andi kembali menanyakan lantunan melodi yang sempat dimainkan Badrun sebelumnya.
-
"Nggak tauk ah, mana inget?!," Badrun ikutan kesal, dahinya sekarang berkerut, hendak mengejar selintasan pikiran sebelum yang kini kabur entah kemana. -
Tidak berselang lama Badrun bicara...
-
"WHOA!, KECOAK!!," Andi seketika meloncat dari duduknya, melihat kecoa tiba-tiba keluar dari lubang di badan gitar yang tengah ia dekap sendiri. Kecoa itu dengan cepat merayap ke telapak tangan, hingga ia sibuk menyingkirkan kecoa yang hendak merayap ke lengan.
-
Sedang Badrun hanya bengong, melihat Andi begitu rupa mulai mengejar dan memukul kecoa yang terbang dan merayap cepat di dingding.
-
"MATI LOH!, MATI!!," Andi memukul kecoa dengan cepat, Tapi kecoa itu bergerak lincah, membuat Andi makin panik.
-
Foto-foto idola Badrun mulai berjatuhan, tapi Andi seperti kesetanan, terus saja mengejar seekor kecoa. Sedang Badrun sendiri tertegun, hingga dilihatnya gitar kesayangannya kini hancur sebatas stang saja.
-
"WHOI WHOI BROWW!, ITU GITAR BUKAN PALU!!," Badrun baru menyadari, apa yang terjadi dengan gitar kesayangannya.
-
ar, 5juli2017


*Sumber Foto : https://cdn.pixabay.com/photo/2017/09/24/12/44/cockroach-2781720_640.png

  • view 22