GURU MEMILIKI KECERDASAN EMOSIONAL

Satrio Basir
Karya Satrio Basir Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Januari 2018
GURU MEMILIKI KECERDASAN EMOSIONAL


GURU MEMILIKI KECERDASAN EMOSIONAL
Satrio basir
Universitas muhammadiyah kupang

ABSTRAK :Sikap professional seorang guru sangat diperlukan dalam menghadapi pendidikan di era global ini. Tugas guru tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, mengasuh, membimbing dan membentuk kepribadian siswa guna menyiapkan dan mengembangkan sumber daya manusia. Kesalahan guru dalam memahami profesinya akan mengakibatkan bergesernya fungsi guru secara perlahan-lahan. Sehingga akan mengakibatkan hubungan antara guru dan siswa yang semula saling membutuhkan akan berubah menjadi hubungan yang saling acuh tak acuh, tidak membahagiakan dan membosankan.

Kata Kunci: guru dan pendidikan

1. Guru
Guruadalah seorang pembimbing dan pengarah, yang mengemudikan “perahu” tetapi tenaga “perahu” tersebut adalah siswa yang belajar. Pendapat tersebut memang benar adanya, akan tetapi lebih baik lagi apabila guru pun merupakan sebuah “lokomotif” yang berarti seorang penggerak yang memberikan tenaga, motivasi, dorongan, pengarahan, bimbingan, keteladanan serta tetap bergerak dan menjaga agar siswanya tetap berada di “rel” yang benar.
Semua siswa mengetahui dari pengalaman sendiri bahwa guru berperan dalam proses pembelajaran. Banyak harapan siswa terhadap guru, dan apabila harapan tersebut tidak terpenuhi mereka akan sangat kecewa. Guru pun menyadari perannya untuk siswa, karena dinamika kehidupan yang ada dan terjadi saat ini banyak sekali pengaruhnya pada bverbagai lapisan masyarakat, tidak terkecuali pada masyarakat pendidik. Perubahan zaman yang diikuti berbagai macam perubahan kondisi sosial yang ada memberi pengaruh pada pola pembelajaran di sekolah. Perubahan zaman yang sangat cepat menyebabkan menurunnya kecerdasan emosional di berbagai lapisam masyarakat, tidak terkecuali di kalangan sekolah dan guru.
Sifat manusia untuk melindungi diri rasanya menjadi naluri setiap orang, misalnya melindungi diri dari serangan orang lain termasuk tindak kemarahan orang lain terhadap dirinya.

2. Pendidikan
Selanjutnya kejujuran dalam kehidupan masyarakat kita sering menjadi sumber mala petaka. Apabila seorang anak mengaku jujur ia aka memperoleh kemarahan. Misalnya siswa mengaku jujur tidak mengerjakan tugas dengan alas an sebenarnya, ia akan mendapat marah dari yang memberi tugas. Sebenarnya sebagai solusi ia dapat diberi waktu untuk menyelesaikan tugas itu daripada dimarahi. Demikian pula bila siswa mengantuk selalu mendapati kemarahan, padahal mengantuk itu alamiah, akibatnya ia berusaha menipu dan selamat daripada mengatakan sebenarnya tetapi mendapat marah. Selain itu apabila ada siswa yang sangat kritis dan sering mengajukan berbagai pertanyaan, bagi seorang guru yang memiliki keserdasan emosional siswa tersebut mendapat perhatian positif. Aka tetapi bagi guru yang tidak memiliki kecerdasan emosional, hal tersebut diterima sebagai ancaman bagi dirinya bahkan sekolah.

Goleman menyatakan, kecerdasan emosional dikembangkan dalam lima dimensi, yaitu sadar diri (self awareness), mampu mengatur diri (self regulation), mampu memotivasi diri (self motivation), memahami perasaan orang (emphaty), menjaga persahabatan (sosial skill). Kecerdasan emosional merupakan suatu kesatuan kapabilitas seseorang yang bersifat non kognitif, kompetensi dan keahlian yang mempengaruhi salah satu kemampuan untuk sukses di lingkungan masyarakat atau dalam keadaan tertekan. Selanjutnya terdapat tujuh kunci yang berhubungan dengan kecerdasan emosional, yaitu;
1. percaya diri (confidence)
2. rasa ingin tahu (curiosity)
3. tekun dan bersungguh-sungguh (intentionality)
4. kontrol diri (self control). Kemampuan mengontrol aktivitas sendiri secara benar dan perasaan yang dikontrol dari dalam.
5. kemampuan untuk berkomunikasi (capacity to communicate)
6. kemampuan untuk berhubungan dengan orang lain (relatedness)
7. kemampuan dalam bekerja sama (cooperativeness)
Selanjutnya dikatakan bahwa, kemampuan pengendalian diri merupakan basis dari kemauan (will) dan watak (character). Akar cinta terhadap sesame terletak pada empati, yaitu kemampuan membaca emosi orang lain yang akan menimbulkan rasa kasih sayang. Dengan demikian, cerdas menempatkan emosi sebagai inti daya hidup. Kecerdasan emosional yang dilandasi rasa saling percaya dapat membentuk suatu kelompok kerja yang mampu mengatasi rasa takut, peningkatan kekuasaan dan saling curiga. Setiap guru dapat dikatakan cerdas apabila mampu memanfaatkan setiap unsure informasi yang ada dan beragam secara tepat waktu dan tepat guna, mampu memecahkan masalah, menghadapi tantangan, menciptakan siswa yang handal, mengatasi interaksi kompleks diantara orang-orang, serta peran masing-masing. Lingkungan sekolah dan guru masa depan adalah mereka yang berlandaskan kecerdasan emosional memiliki;
1. ketrampilan menjadi katalisator perubahan
2. kemajuan beradaptasi
3. kemampuan memanfaatkan keragaman
4. kemampuan menjadi anggota tim

 

 

 


PENUTUP
Simpulan/Saran
Oleh karena itu telah saatnya dimulai pola hidup yang transparan, guru menjadi tempat tumpuhan keluhan siswa. Tidak sebaliknya justru siswa takut apabila persoalannya diketahui guru. Dengan demikian peran alternative guru adalah sebagai orang tua. Selanjutnya bagaimana guru mau mengakui keterbatasan dan kelebihan setiap siswanya. Bagaimana dapat menerapkan pendidikan dengan kecintaan. Pengakuan terhadap keadaaan apa adanya dari setiap siswa adalah cermin kecintaan. Dalam kondisi demikian maka diharapkan seorang siswa dapat berkembang wajar, memiliki pribadi yang kondusif di masa datang diantaranya adalah sosialisasi mereka terhadap,
:1. kebiasaan hidup dengan transaksi sosial horizontal yang transparan,
2. makna pendidikan sekolah, keluarga, dan makna peran sosial,
3. tingkat kesehatan diri dan masyarakat, dan
4. kedewasaan emosional, serta
5. membangun ketahanannya terhadap kegagalan.

DAFTAR RUJUK
Goleman,Daniel.2001.Workingwith emotional intelligence.Jakarta:Gramedia Pustaka Utama
JawaPos.15Desember 2003.Untukmu Guru Favoritku.Metropolis.
husain Pgsd at Friday, January 02, 2015
Share

  • view 16