Resensi Buku "Sejarah dan Metode Dakwah Nabi Saw" Karya Kiai Ali Mustafa Yaqub

Ja'far Tamam
Karya Ja'far Tamam Kategori Buku
dipublikasikan 29 Agustus 2016
Resensi Buku

Judul : Sejarah & Metode Dakwah Nabi

Penulis : Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA

Penerbit : Pustaka Firdaus

Tempat : Jakarta

Tahun : 2008

Cetakan : Keempat

Tebal : 239 Halaman

______________________________________________

Islam tersebar ke seluruh dunia melalui jalan dakwah. Perjuangan malang-melintang yang dilakukan Rasulullah Saw melahirkan hasil gemilang. Tak ayal jika sahabat-sahabat beliau yang juga meniti jalannya akhirnya meraih keberhasilan pula. Buku Sejarah & Metode Dakwah Nabi Saw. ini menyajikan pemaparan yang lugas, menarik dan berpegang teguh pada refrensi-refrensi ilmiah yang mendukung terkait penguraian sepak terjang dakwah Rasulullah Saw.

Buku ini lahir dari kegamangan penulis usai menyaksikan fenomena dakwah di Indonesia yang kian memburuk. Dakwah, alih-alih bertujuan mengawal stabilitas kesejahteraan masyarakat, dengan munculnya fenomena semacam ini, malah merajut kesimpang-siuran nilai dakwah itu sendiri pada realitas lapangan.

Kerjasama antara artis dan pendakwah terjalin begitu erat, menciptakan simbiosis mutualisme yang “menguntungkan” kedua belah pihak. Pendakwah mendapat popularitas. Artis meraih “pelabelan halal” atas sikap mereka dari pihak pendakwah. Hingga lahir istilah artis-pendakwah atau pendakwah-artis.

Karenanya, banyak pendakwah bangga dengan kehidupan mereka yang glamour, bersuka-ria dengan barang mewah dan lupa soal keadaan umat yang senantiasa berjibaku dengan derita kehidupan. Para pendakwah sudah berani pasang tarif dakwah. Dekat-dekat dengan kefasikan dan pelakunya. Dan lain sebagainya.

Dan uniknya, mereka menganggap hal tersebut sah-sah saja dalam agama. Mereka yakin betul bahwa apa yang telah mereka kerjakan sesuai dengan tuntunan Islam dan diajarkan oleh Nabi Saw. Apakah benar demikian? Bagaimanakah sesungguhnya dakwah yang dilakukan oleh Nabi dalam mengajarkan Islam dahulu? Apakah sosok Muhammad Saw tega hidup megah sementara umatnya terus berkubang dalam kesengsaraan. Apakah sang pendakwah dibenarkan untuk memasang tarif saat mereka melakukan dakwah? Apakah dibenarkan bagi seorang pendakwah memisahkan perkataan dari perbuatan? Buku ini mencoba mengurai permasalahan tersebut dan mencoba mencari titik terangnya.

Buku ini awal mulanya adalah makalah berjudul “Metode Dakwah Pada Masa Nabi” yang dipresentasikan pada kuliah umum perdana di STIDA Al-Hamidiyah, Jakarta, pada 1 Oktober 1991. Makalah ini kemudian diterbitkan oleh harian TERBIT, Jakarta, selama dua hari berturut-turut tanggal 23-24 Oktober 1991. Tulisan tersebut menuai banyak komentar dan pertanyaan. Atas desakan banyak pihak, akhirnya makalah yang ringkas tersbut dikembangkan menjadi sebuah buku yang tengah kita bedah ini.

Buku ini terbagi menjadi beberapa pembahasan. Diawali dengan muqoddimah, penulis mengutarakan secara gamblang faktor-faktor yang mendorong tulisan ini lahir. Yang secara garis besar menyorot aktivitas dakwah Indonesia yang mengalami dekadensi nilai dan mengkritisi kiat-kiat dakwah pendakwah yang, menurutnya, telah jauh melenceng dari ajaran Nabi Saw.

Pada bab I, penulis mengulas seputar tugas dan kehidupan Nabi Saw. Tercakup di dalamnya pengkritisan terkait pembedaan hakikat Nabi dan Rasul yang populer di masyarakat, pemaparan tugas-tugas pokok  kenabian. Masa tugas, periodisasi, kode-etika, karakteristik, serta keistimewaan dakwah Nabi Saw. Pula penjelasan hakikat dakwah dan jihad serta  penggambaran kehidupan dan penghidupan Nabi Saw yang begitu sederhana.

Pada bab II, penulis mengurai pembahasan ragam pendekatan dakwah yang dilakukan oleh Nabi Saw dalam menyebarkan risalah kenabian, yakni Islam. Terangkum di dalamnya 6 metode pendekatan yang digunakan Rasulullah dalam dakwahnya. Yakni pendekatan dakwah secara personal, pendidikan, penawaran, missi, korespondensi dan diskusi. Pada masing-masing pendekatan terdapat makna filosofis tersendiri.

Pada bab III,  diusut soal dakwah Nabi Saw : antara kewajiban dan keberhasilan. Bahwa dakwah Nabi Saw mampu mendulang kesuksesan seperti yang kita saksikan dalam catatan sejarah, hal tersebut karena eksistensi beliau dalam mematuhi kode-etika dakwah yang telah diungkap di awal, yang kesemuanya bersumber dari al-Qur’an serta adanya keteledanan dari sang penyampai dakwah.

Pada kalimat penutup, penulis, usai melafalkan hamdalah, kembali mengingatkan, bahwa sudah semaklumnya bagi seorang pendakwah agar tidak nyerempet-nyerempet bahaya dengan mendekati pelaku maksiat, tidak memandang kelas sosial dalam berdakwah, bersikap sederhana dan selalu gantungkan permasalahan kepada Allah Swt.

 Jika ada pendakwah yang masih berorientasi duniawi, tenang berbajukan kemewahan di atas penderitaan umat, kerap menjual ayat-ayat Allah demi kepentingan pribadi, maka sejatinya ia telah menghancurkan diri sendiri. Karena perilaku semisal ini, pendakwah atau pendakwah dari umat-umat terdahulu menerima murka Allah Swt. Na’udzbu Billahi Min Zhalik.

Pada setiap lembar yang ditulis memiliki kekuatan. Pasalnya, hampir pada setiap uraian dalam buku ini penulis menyajikan refrensi ilmiah yang menopang validitas sebuah berita yang hendak diungkapkan. Bahasanya yang lugas dan logis menggiring pembaca menuju kenyamanan menelaah informasi. Juga, sajian yang diramu oleh penulis ini berlandaskan qur’an dan hadis-hadis yang teruji validitasnya.

Hidangan istimewa ini penting buat masyarakat muslim, agar mengerti bahwa Islam bisa menjadi agama yang kokoh seperti sekarang ini lahir lewat peluh keringat dan simbah darah yang tidak sedikit. Ada tekad dan kegigihan yang tak kenal lelah dibalik pencapaian ini. Maka syukuri dan hargailah apa yang telah pendahulu kita perjuangkan. Bangsa yang hebat adalah bangsa yang mampu mengenang sejarah dengan bijak dan cerdas, demikian ungkap seorang tokoh.

Buat kalangan pendakwah khususnya, supaya mampu melestarikan daya juang menyampaikan ayat-ayat Allah ke seluruh umat manusia. Jangan patah semangat dan putus asa, karena masyarakat yang kita dakwahi tidak lebih buruk dari masyakarat yang didakwahi oleh Rasulullah Saw. Dakwah Rasulullah Saw lebih banyak onak dan duri yang melintang, dan beliau sukses mengatasinya. Selalu ikuti petunjuk al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw., maka dakwah yang kita usahakan akan memetik hasil nan gemilang.

Selamat menikmati!

  • view 1.2 K