Nostalgia Santri Pertama KH. Ali Mustafa Yaqub

Ja'far Tamam
Karya Ja'far Tamam Kategori Tokoh
dipublikasikan 30 April 2016
Nostalgia Santri Pertama KH. Ali Mustafa Yaqub

Pada malam peringatan kepergian Pak Kyai Mustafa yang ketiga, Pak Ali Nurdin, anak didik pertama Pak Kyai Mustafa di Darus-Sunnah, bercerita di depan pegiat tahlilan tentang sosok yang telah menjadi guru kehidupannya tersebut,


“Jangan dianggap Darus-Sunnah ini sekejap berdiri megah seperti sekarang ini. Dahulu, Pak Kyai Mustafa sendiripun rumahnya masih mengontrak. Beliau bukan orang berada. Kerap pindah tempat tinggal dari satu wilayah ke wilayah lain, yah, untuk mengontrak lagi.


Hebatnya beliau, setiap kali tinggal di sebuah daerah, beliau segera bermasyrakat dengan warga sekitar. Kepribadiannya yang jujur dan terbuka segera menciptakan keharmonisan antara beliau dan lingkungan yang didiaminya.


Di antara kekhasannya, beliau dahulu pernah memelihara burung. Di sekitar rumahnya dahulu yang masih kebun, beliau setia merawat burung peliharaannya Namun nahas, pada satu waktu burung yang tersebut raib. Seseorang telah menyamun tanpa perasaan.


Segelas Teh panas menjadi sajian tercintanya. Sembari menghadap kebun, bersama anak didiknya, termasuk saya, Pak Kyai Mustafa dan santrinya membicarakan rencana-rencana hebat masa depan yang ingin beliau perjuangkan.


Dalam menapaki hari-harinya, sosok KH. Idris Kamali, salah satu sepuh Ponpes Tebu Ireng, Jombang, begitu berpengaruh buat beliau. Hal ini dibuktikan seringnya beliau menyebut-nyebut nama dan pemikiran Kyainya tersebut dalam berbagai kesempatan.


Ada tiga pesan penting Pak Kyai Mustafa kepada saya. Yang dua akan saya bagi ke kalian dan yang satu tidak karena terlalu pribadi sifatnya. (Hadirin tergelak)


Adapun pesan Pak Kyai Mustafa yakni,


1. Jangan menghindari/meninggalkan jama’ah. Seorang besar sekalipun jika ia tidak berjama’ah, maka akan menjadi kecil. Sebaliknya, seorang kecil jika rajin berjama’ah, maka akan menjadi besar.


2. Jangan menjadi ustadz/muballigh yang mata duitan. Belakangan beliau mengkritik keras karakter penceramah yang mata duitan lewat satu bukunya : Sejarah & Metode Dakwah Nabi Saw.


Upaya beliau dalam menegakkan cita-cita mulianya menyuguhi kearifan soal hadis kepada masyarakat membutuhkan tekad yang kuat. Pak Kyai Mustafa merupakan sosok yang cekatan dalam mengejawantahkan apa yang dicita-citakan. Menyulapnya menjadi aksi nyata.


Di antara yang beliau soroti adalah kebersihan. Gerakannya sigap terkait kebersihan. Suatu hari ada satu tetes dari minuman yang beliau seruput luruh ke lantai, tak lama, diambillah tisu dan dilapnya noda tersebut.


Beliau pegang teguh pendirian ini hingga akhir hayatnya. Semoga penerus dan mahasantrinya mampu menerjemahkan hal tersebut dalam konteks kekinian.


Pak Kyai Mustafa juga memiliki sifat humoris. Tatkala mengajar beliau terkadang menyelipkan sisi humor sebagai penyegar otak dan pelepas penat. Seuntai senyum dan ledakan ringan tawa mahasantri riuh meramaikan ruang pengajian.


Saya berharap kepada kepada generasi penerus beliau agar terus berjuang sekuat tenaga demi membesarkan nama Darus-Sunnah, " tutupnya.

Apa yang beliau tuturkan sosok KH. Ali Mustafa Yaqub benar-benar berangkat dari hati. Pak Ali Nurdin merupakan angkatan pertama Drus-Sunnah, lembaga asuhan KH. Ali Mustafa Yaqub. Angkatan perdana Darus-Sunnah berjumlah 3 orang, mereka adalah Ali Nurdin, Ahmad Saefuddin, dan Khoirul Manan)

Pak Ali Nurdin pulalah yang menggagas nama Darus-Sunnah sebagai tempat pembelajaran hadis yang sekarang sudah berdiri megah di daerah Pisangan Barat, Ciputat tersebut.

Beliau juga mengaku sebagai yang pertama di-mantu oleh Pak KH. Mustafa. Pak Ali Nurdin dijodohkan dan seorang putri di pesantren Darus-Sunnah.

Dalam beberapa pengajian, Pak KH. Ali Mustafa Yaqub juga kerap menawarkan kepada mahasantrinya bagi siapa yang sudah tidak tahan untuk segera menikah maka agar maju ke beliau nanti akan dipilihi seorang putri dari ratusan anak didiknya yang cantik-cantik lagi solehah.

Pak Ali Nurdin kini menyibukkan diri menjadi Pembantu Rektor (PUREK) PTIQ bidang kemahasiswaan, anggota Lajnah Tashih al-Qur'an Kementerian Agama RI, Anggota Tim Tafsir Tematik Kementerian Agama, Anggota Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur'an, dan sebagai pimpinan pesantren Nurul Qur'an yang berlokasi di Villa Inti Persada, Pamulang. Belasan buku telah ia khidmatkan untuk kepentingan umat.

Penggila klub sepakbola Barcelona ini mengaku hari-harinya begitu sibuk memangku berbagai kepentingan sosial. JIka ditanya ke beliau, siapa salah satu sosok yang paling memotivasi dalam hidupnya, beliau akan berkata, "Pak KH. Ali Mustafa Yaqub."


Masjid Munirah Salamah, Jum’at, 29 April 2016

  • view 436