Tunduk (setia)

Iyka Yusufdin
Karya Iyka Yusufdin Kategori Momen
dipublikasikan 28 Februari 2017
Tunduk (setia)

Boleh saja berlari, tapi hati akan kembali pada tempat semestinya, sendok garpu tidak akan saling mengkhianati diatas piring, namun saling melengkapi, seperti tuhan mencipta siang malam, gelap terang, adam hawa, lapar dan kenyang, Maka izinkan aku tunduk pada "Setia"

  • view 103