Mereka yang Jadi Tak Otentik Terlalu Cepat

Shah Priyanka Aziz
Karya Shah Priyanka Aziz Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 September 2016
Mereka yang Jadi Tak Otentik Terlalu Cepat

Saya jadi kenal betul dengan One OK Rock sekitar awal tahun 2010 lewat dua lagunya yang bajingan betul itu: Kanzen Kankaku Dreamer dan Jibun Rock; setelah sebelumnya hanya sepintas-pintas kudengar di Naihi Shinsho, Karasu (yang sempat dikira ikut jadi soundtrack film yang sedikit banyak memengaruhi imej dan imaji anak-anak muda soal jejepangan: Crows Zero), dan Yume Yume.

Saat itu, bahkan Wherever You Are belum banyak orang dengar dan setel, padahal ia sepaket sudah dengan dua trek bajingan itu: Kanzen Kankaku Dreamer trek 03, Jibun Rock 07, dan Wherever You Are 09 (album Niche Syndrome). Sepengamatan saya, mungkin sekira setahun-duatahun selepas itu baru Wherever You Are ramai disetel orang-orang. Ya, saat itu saya sudah bosan dengannya.

Saat itu One OK Rock begitu otentik. Ia menyajikan paduan liar dan asal-asalannya musik rock Jepang dengan apa-apa yang selalu dan tengah digandrungi pemuda-pemuda Barat sana. Mustahil kebanyakan anak-anak coming of age bisa menolak genre macam itu, saat testosteronnya sedang golak-golaknya.

Sebagaimana seseorang yang mendapati sesuatu yang otentik, saya berharap mereka akan tetap seperti itu. Meski saat itu mereka sudah saya maki dengan ‘terlalu ter-influence Barat’, tapi itu tidak menggugurkan harapan di muka. Terbukti misalnya saat awal 2011 Answer is Near dilego. Seingat saya single itu sempat bertengger sebentar di pucuk chart Oricon. Ya, di periode itulah saya pikir terakhir kalinya saya lihat chart Oricon diisi band-band pengusung genre macam One OK Rock. Di periode itu saja, One OK Rock mesti bergulat dengan Heavy Rotation, Ponytail to Shushu, Beginner, Everyday Kachuusha, dan single-single idol grup lainnya. Dan lihatlah celaan yang barusan Padoeka Jang Moelia Hyde (L’Arc~en~Ciel) lontarkan: “Chart musik Jepang hari ini terlalu ramai dengan anime-song dan lagu-lagu idol grup lainnya.” Mendengar Hyde mengomel begitu, pikiran saya pertama: “Siapa suruh situ tidak serius lagi?!” Kita semua tahu L’Arc~en~Ciel tidak segiat sebelum-sebelumnya; apalagi selepas vakum sekian tahun kemarin. Meski ia (Hyde) punya Vamps, itu juga tidak produktif-produktif amat (selepas 2010), dan genrenya terlalu kevampir-vampiran.

Setelah-setelahnya, selepas Answer is Near, One OK Rock selalu kembali dengan single-single yang tetap bajingan. 2011 mereka tutup dengan album Zankyo Reference yang disesaki trek-trek bagus semisal C.h.a.o.s.m.y.t.h., Re:make, Let’s Take it Someday, dan suksesor Wherever You Are: Pierce.

Tapi hari ini, dimulai sejak album 35XXXV hingga Taking Off yang barusan itu, saya pikir mereka tak lagi otentik. Ya, mereka menjadi tidak otentik terlalu cepat. Mungkin komparasi yang akan saya lakukan ini agak terburu-buru, mengingat band itu setidaknya kurang lebih baru sedekade berkitar-kitar di musik Jepang, tapi tak apalah. Bicara soal otentisitas dan konsistensi, saya berani bilang mereka kalah banyak dari setidaknya dua: Straightener dan Asian Kung-Fu Generation. Dua band yang terakhir kusebut itu, bahkan sampai hari ini masih teguh dengan genre yang mereka usung. Mirip dengan konsistensi Do As Infinity dan Ikimonogakari (dua nama ini saya masukkan demi menggugurkan dominasi maskulin saat bicara band). Meski telah lama, mereka bisa membuat fans-fansnya setia merapat tanpa perlu menggeser genre mereka banyak-banyak menghamba pada pasar dan, tentu, pada yang katanya kemajuan dan kekinian.

Jika ada yang membangga-banggakan One OK Rock karena proyek kerjasamanya dengan band-band luar itu, saya kok heran saja. Begini, itu semua dimungkinkan hanya karena kedekatan warna musik saja. Jadilah mereka digaet (atau mungkin juga mereka yang mengajukan proposal?). Keadaan itu sama saja dengan mendunianya dengan cepat Babymetal. Babymetal adalah sejenis eksperimen yang bekerja sama dengan para musisi metal Barat yang kebetulan mencintai Jepang dari lubuk hati mereka. Kalau Anda tahu Paul Gilbert dan Eric Martin menggilai Jepang, Anda mesti tahu juga kalau Marty Friedman, mantan gitaris Megadeth, juga begitu. Nah, Babymetal itu proyek dari mereka-mereka itu, memanfaatkan jaringan mereka. Makanya tak heran tahun lalu mereka bisa berkolaborasi dengan gitaris-gitaris bajingan Dragon Force lewat Road of Resistance. Mereka juga sempat jadi pembuka di salah satu konser bersama Metallica, dan keliling dunia di konser-konser metal lainnya. One OK Rock kiranya serupa itu.

Saya sungguh menunggu single terbaru L’Arc~en~Ciel yang jadi pengiring game Biohazard yang baru dirilis itu. Itu tentu akan saya gunakan untuk menegaskan bahwa One OK Rock itu belum ada apa-apanya.

Dan hari ini, akhirnya album Aimer dilepas. Beberapa tracknya adalah hasil kerjasamanya dengan Taka, vokalis One OK Rock itu. Publik Jepang kaget bukan main saat Aimer muncul buka-bukaan terang-terangan di M-Ste beberapa waktu lalu. Itu ia lakukan beberapa saat setelah publikasi akan rilisnya albumnya yang banyak diisi kolaborasinya bersama Taka.

Sebagai penyuka Aimer, begitu ia muncul buka-bukaan itu, saya membatin: “Sial, terkontaminasi sudah ia oleh Taka-sialan itu.”

Meski ada banyak rasa-rasa Taka di situ, album Aimer daydream itu tetap saya rekomendasikan. Ya karena itu Aimer, bukan Taka.

  • view 146