Plis Welkam: Arisa Takigawa

Shah Priyanka Aziz
Karya Shah Priyanka Aziz Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 September 2016
Plis Welkam: Arisa Takigawa

Banyak yang pernah singgah. Mulai dari Sherina dengan Canopus-Capela-Vega-nya, AnnaSophia Robb yang menyeberang Bridge to Terabithia, sampai Cara Delevingne dan teka-teki Kota Kertas.

Ah, dia juga. Dia yang memangkas pendek rambutnya, dan—sepertinya—mengecatnya jadi lebih emas. Gadis yang tidak canggung menceritakan semua isi buku hariannya. Ah, Taylor, you take my hand and drag me head first.... fearless. Meski diolok sebagai ‘The-psycho-serial-dater-girl’ yang jetsets-around-the-world-collecting-man-and-can-get-any-of-them-but-she’s-so-clingy-that-they-leave-and-she-cries-and-she-gets-another-one-in-her-web-and-traps-them-and-locks-them-in-her-mansion-and-then-bla-bla-bla-bla, itu lebih mending dan termaafkan dibanding gadis superstar yang lain yang awalnya begitu memukau karena hidup bersama hampar ladang cokelat dan jerami, sebelum akhirnya muncul berayun telanjang di atas wrecking ball (tapi dokmarnya mengkilat bagus lho di situ). Atau Demi Lovato, Selena Gomez, jika bukan manajer band School of Rock: Miranda Cosgrove.

Kalau di Jepang, tak ada lain sejak Fukai Mori sampai lahad—insya Allah: Tomiko Van. Mungkin Yui pernah, Rie Fu, Miwa, Kana Nishino, Miho Fukuhara. Agak lancang kalau tak menyebut duo yang tiba-tiba tanpa bilang-bilang bersepakat saling dukung itu: Utada Hikaru dan Shiina Ringo. Featuring project yang memaksa kita kembali menengok Tokyo Jihen atau Judy and Mary.

Lepas dari deret nama-nama itu, ini dia, yang pertama kali datang tahun lalu dibonceng Meliodas dan Elizabeth (Season), dan kembali lagi hari ini tetap bersama Nanatsu no Taizai (Iroasenai Hitomi).

Plis welkam: Arisa Takigawa.

  • view 220