Kata paman spiderman..

ully norprahatini
Karya ully norprahatini Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 September 2016
Kata paman spiderman..

Pembicaraan itu berlangsung di suatu pagi saat kami keluar rumah lebih awal untuk bekerja dan berniat sarapan diluar. Menjelang agustus-an, banyak pedagang musiman yang muncul dipinggiran jalan, menjajakan bendera merah putih dan macam-macam pernak-pernik tujuh belasan. 

Terlintas difikiran saya begitu, bahwa mereka hebat, pandai melihat peluang tentunya. Jualan sesuai apa yang sedang dibutuhkan. Bahwa, kekhawatiran mereka mungkin kecil tentang kebutuhan yang semakin membesar. 

Dan penjelasan suami membuat saya paham, bahwak kita diberi tanggungjawab sesuai kekuatan kita. Sekarang ini suami diberi tanggung jawab seorang istri dan anak. Tentu mesti berkekuatan yang baik agar mampu memenuhi tanggungjawabnya kepada kami. Suami sih ga neko-neko, tapi ya ga mau istri anak nya ga maksimal dalam berkebutuhan, dimana tingkat maksimal kebutuhan orang beda-beda yaa..

Kebutuhan kami masih standar wajar, masih dalam garis kebutuhan pokok. Tidak harus baju baru di momen penting seperti lebaran, dan sebagainya. Apalagi mesti matching dari ujung kaki sampai ujung kepala. No, no, that's not me. 

Kami lebih mementingkan kebutuhan jangka panjang, investasi, dan keperluan lahir batin anak kami.

Tapi, rupanya itu menjadi tanggungjawab yang tidak main-main bagi suami saya. Maka, baginya, itulah kenapa dia harus berkekuatan besar bagi kami.

 

 

  • view 268