Menjemput Pagi Cemerlang

Itsnaaufa
Karya Itsnaaufa  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 November 2016
Menjemput Pagi Cemerlang

Senja kali itu, hujan sedang baik pekertinya. Tak membiarkan Ia ikut luruh pada gemuruh yang terus meluapkan seringai sumbang. Namun, hujan tampaknya juga tetap pada kebiasaan yang lalu, membuat Ia terkepung dalam kenangan tiap rinai hujan. Lagi. 

Sejenak Ia bertanya pada diri, memastikan kenangan tidak membuatnya terseok. Setelah sekian lama termenung pada hal yang tak lagi digapainya, perlahan Ia membuka pintu menuju dirinya. Berusaha bangkit dan mencari sesuatu yang dapat mendorongnya dengan sekuat tenaga agar menuju puncak lagi. 

Lawan mainnya di panggung kehidupan telah berlalu seiring dengan berlalunya waktu. Mungkin sudah tidak tersisa dan tidak berbekas lagi. Namun entah menyusup lewat celah mana lagi, kemarin lawan mainnya menghampiri. Bukan merentangkan tangan untuk kembali menyambut pagi yang bersinar, tetapi sekadar menatap, bertanya, dan menyapa. Semoga kamu baik-baik saja, katanya.

Meski yang diraih nantinya tidak selangit harapan yang terpanjatkan, setidaknya Ia telah mengerti. Bahwa substansi hidupnya, tak lagi tentang figur itu. 

  • view 159