Episode Dua : Kepulangan kami

Itsam Samrotul F
Karya Itsam Samrotul F Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 02 April 2016
Episode Dua : Kepulangan kami

?

Hay Hay..?

Yang keceh kembali lagi nih (widiiiih :D), pastinya ingin melanjutkan kisah saya yang sudah dinanti-nanti tea. Hihi ;) ?

Dua minggu lalu saya habis mudik loooh sob, bahasa kerennya sih 'pulkam'. Kali ini saya juga ingin cerita tentang hal yang masih kait-mengait dengan mudik-mudikan. Sedikit tentang kenekatan dan keberanian. Wuiiiih udah kayak apaan aja ya? Gapapa, capcuss saja baca yaaa :D

?

Suasana asrama, hidup di tempat rantau, orang-orang baru, lingkungan asing, semuanya sangat bersahabat. Saya suka. Betah, apalagi. Selama 3 tahun pertama Mama Papa rutin bersilaturahmi hanya disetiap akhir bulan. Tentu tak bisa membawa saya dan adik pulang atau keluar kompleks asrama secara bebas.?

Mungkin karena kendala jarak dan transportasi, termasuk nominasi siswa yang sangat... ngat... ngaaaat... jarang pulang. Aturan setahun 3x pulang memang jadi nasib kita, dua anak rantau.?

?

Nah, di suatu hari. Entah ada bisikan dari mana, saya dan adik merengek minta pulang. Memang, waktu itu sedang libur sekolah. Tidak ada agenda penting. Hanya waktu untuk beristirahat saja. Tempat parkir penuh dengan mobil-mobil mewah (mobil mewah zaman itu yaa seperti apa siih :D). Anak-anak berhamburan harap-harap cemas mencari mobil orang tua masing-masing. Kemudian saling memeluk, mencium, dan apalah yang mereka lakukan. Saya dan adik hanya melihat dari jauh. Jelas, kami tahu Mama Papa tak mungkin ada. Si adik (kelas 3 SD waktu itu) nangis keras memintaku mengantarnya pulang, menemui Mama Papa. Sebenarnya takut dan bingung, tapi apalah daya seorang kaka melihat adik meronta begitu.?

Baik, petualangan hari itu dimulai. Tanpa meminta izin pada siapapun, tanpa bertele-tele dan menunggu hari yang semakin sore. Saya hanya tahu semua bis mini (elep sih sebenarnya, hehe) yang melintas di depan gerbang asrama menuju daerah asal saya. *Namanya sensor aaah, takut dicariin. Hihi.?

?

Dasar anak kecil, semua cucian kotor saya dan adik, kami bawa semua. Bisa dibayangkan kan, 2 anak kecil mejeng dipinggir jalan, gendong tas mentung (penuh) di punggung, lengkap satu tentengan cucian kotor kami bawa berdua. Berharap ada aladin dan karpet terbangnya bersedia mengantarkan hingga tujuan. hehe.. sampai akhirnya "cekiiiiiit", berhentilah bis kecil dihadapan kami. Dengan bismillah kami melangkah (asiiiiiik :D). Jujur, orang seisi bis kebingungan setelah tahu ada 2 anak kecil didalam bis. Berasa jadi artis sejagat waktu itu, tiba-tiba saja jadi pusat perhatian.?

?

Satu.. dua jam berlalu.?

Si adik tertidur lelap dibahuku. Pipinya kotor karena air mata yang ia lap sendiri dengan tangan. Tangannya mungkin kotor. Aku ngantuk, betul. Tapi berusaha tetap terjaga untuk adikku. Takut rumah sudah terlewatkan.?

"Teh, sudah sampai?".

Selalu itu yang ia tanyakan saat tak sengaja terbangun.?

Aku membaca lamat-lamat alamat disetiap jalan. Sepertinya akan segera sampai. Dan... Akhirnya kami sampai dengan selamat. Mata si adik masih layu. Saya buru-buru menariknya turun. Barang-barang juga sudah diturunkan. Dibantu penumpang lain yang jauh lebih dewasa dari kami.

?

Kau tahu?

Mama Papa kekagetan melihat kedatangan kami di rumah. Mereka bingung antara marah dan bersyukur. Mama Papa langsung memeluk kami. Lantas menangis juga.?

?

Mereka tidak banyak bicara. Hanya berulang kali memastikan bahwa kami tidak apa-apa. Setelah itu kembali menangis. Terus begitu. Aku dan adik tersenyum saja. Tentu saja senang dan bahagia, bisa pulang tanpa menyusahkan Mama Papa, walaupun aku mengerti bahwa hal itu berbahaya.

?

"Lain kali kalo mau pulang, telpon Mama ya. Kalian belum boleh pulang pergi sendiri", begitu pesan Mama.

?

Beuuuuh, petualangan pertama yang tak terlupakan. Hari ini aku sampaikan maaf untuk Mama Papa, Maaf karena pernah melakukan hal yang mengkhawatirkan kalian. Namun jujur, saat itu karena aku ingin menjadi kaka yang berguna untuk adik, aku juga ingin jadi anak yang tak menyusahkan kalian. Maaf, tapi terimakasih, karena itu aku tahu apa itu keberanian dan kasih sayang.

***

Waaah gak kerasa udah jam segini aja nih (21.55 WIB). Ceritanya nyambung lagi dilain waktu yuaaah :D :*

Terimakasih loh sudah berkunjung^^

Jangan lupa tunggu kisah selanjutnya ya :) So, terus pantengin inspirasi.co nya, siapa tau tiba-tiba #episode3 sudah terbit. Hihi

Daaaah *emot lambay

#EpisodeDua #Pulang

  • view 185