Episode Satu : Perpisahan pertama

Itsam Samrotul F
Karya Itsam Samrotul F Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 April 2016
Episode Satu : Perpisahan pertama

Ada yang sedang dalam perantauan? atau yang baru mau merantau? atau juga yang sudah bosan berantau-rantau? Saya sih sedikit bosan sedikit betah. Hihi^^

Emmmm.. catatan kali ini saya mau berbagi sedikit tentang episode-episode perjalanan pendewasaan saya (waduuuuh :D). Ini karena saya rasa, saya menikmati masa kecil-remaja-dewasa ditengah jalan. (Maksudnya diperantauan. Hihi^^)

Gini sob, saya jadi ingat sebelas tahun lalu saat pertama kali diluncurkan jauh dari keluarga (ups, pesawat kali yee). Berarti sekitar kelas 3 SD, dulu. Dengan polosnya, bangga dan sangat bahagia saat itu. Yang terpikir 'oh saya bakal lebih keren dari temen-temen, sekolahnya kan jauh banget', atau bergumam hebat 'yee nanti tiap bulan dapat kiriman makanan sekardus, bakalan banyak yang nengokin'. Ah ya, saya sampe lupa sebahagia apa waktu itu. Dan yang super berkesan, saat untuk pertama kalinya baju (sampe daleman-dalemannya anak kecil) dinamain pake spidol hitam permanen. Uh berasa banget jadi seseorang teristimewa di keluarga, waktu itu. Padahal sebenarnya yang mau diasramakan saya dan adik saya.

Eh eh, adik saya setaun dibawah saya loh umurnya. Nah jadi kira-kira pas waktu itu adik saya kelas berapa? Yup, kelas satu SD. (Duuh kebayang ga hey? padahal masih manja-manjanya dia). Singkat cerita, kita tiba di asrama. Butuh waktu sekitar 2-3 jam untuk sampai lokasi. Bantal, guling, baju-baju, ember, alat mandi, buku-buku, lemari, lengkap dengan kasur spring bed 2 lantai sudah ikut mendarat. Tak lupa makanan yang entah berapa kresek besar waktu itu paling sudah dulu didaratkan. Waaaaah, rasanya dunia tiba-tiba terasa indah dah.. dah..

Mama, Papa, Nenek memeluk erat kami. Mereka malah sempat memberi kami tangis. Dilambayan terakhirnya, mereka tersedu. Dan hebatnya, saya dan adik sama sekali tidak menangis. Entahlah, waktu itu kami belum begitu mengerti sebegitu menyakitkannya sebuah perpisahan. Kami hanya tahu bahwa kami sangat berarti bagi mereka. Sejak kecil, saya dan adik memang hampir tidak bisa dipisahkan. Kami sering berebut banyak hal. Tidak heran, untuk satu tahun pertama, kami tidur dalam satu kamar, mandi juga masih harus bareng. Makan harus sama. Baju harus mirip, buku-buku juga. Ah semuanya. Padahal si adik laki-laki. (alhamdulillah sampai sekarang siih. hehe)

Semuanya terus begitu sampai akhirnya saya dan adik mengerti bahwa kami harus mulai mandiri. Nah, inilah pelajaran pertama bagi kami. Belajar untuk mulai tidur berpisah, beres-beres lemari sendiri, bermain dengan teman masing-masing. Yah, menghargai masa kecil kami dengan sewajarnya, walaupun tidak didampingi keluarga secara dekat.

Aduh sob, sepertinya ceritanya saya cut dulu ya.. :D

Insyaallah dilain waktu saya sambung. Okey ;)

Saya tak pernah habis kata kalo untuk menceritakan kisah ini. yah, episode yang sampai sekarang masih saya jalani.

Terimakasih sudah membaca :) Penasaran bagaimana kelanjutannya? (Itu ceritanya baru kelas 4 SD looh.. 10 tahun lalu) hihi.

Tunggu kelanjutannya yaa^^

#SelamatBeraktifitas #SalamLiterasi #CatatanHarian #EpisodePerjalanan #Edisi1