Tentang Jodoh

Itank
Karya Itank  Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 September 2016
Tentang Jodoh

Mendengar kata jodoh, yang terlintas di pikiran kita adalah mencari dan menanti. Mencari jodoh, dan menanti jodoh. Lalu, mana yang benar? Jodoh itu bukan dicari, atau dinanti, tapi dibentuk. Dengan memantaskan diri, memperbaiki diri, dan lebih mendekat pada-Nya. Maka, jodoh yang kita harapkan akan mendatangi kita. Tentunya, karena Allah yang menggerakkan si jodoh itu untuk mendatangi kita.

 

Jodoh adalah refleksi diri kita, perilaku kita, sifat, sikap, dan kebiasaan kita, intonasi dan gaya bicara kita, bahasa tubuh kita, hingga akhlak dan ibadah kita. Jika kita baik untuk hal-hal tersebut, insyaallah jodoh yang akan datang pada kita pun sama baiknya. Jodoh, ketika kita bertemu langsung 'klik', nyambung, yakin, dan merasa sedang bertemu dengan diri sendiri. Karena katanya, jodoh adalah cerminan dari diri kita bukan?

 

Tapi, apakah pasangan kita saat ini adalah jodoh kita? Wallahu'alam. Kita ga pernah tahu, jodoh kita dengan pasangan kita akankah lama, atau hanya sebentar. Kita sih pengennya lama, ya. Tapi bisa saja Allah menghadirkan orang yang salah terlebih dulu, untuk kemudian kita diketemukan dengan orang yang tepat dan bisa menjadi pasangan kita, jodoh kita dunia-akhirat. Terima saja apa yang sudah menjadi ketetapan-Nya, karena kita tidak bisa memaksakan kehendak kita pada-Nya.

 

Karena laki-laki yang baik adalah untuk perempuan yang baik, dan sebaliknya, jadi mari kita perbaiki kualitas diri supaya bisa mendapat jodoh yang terbaik untuk kita. Semangat berjuang ya teman!

 

*saya disini pun sedang melakukan hal yang sama :)

  • view 234