Kala Cinta Tiada Berguna

istighfarni wikana
Karya istighfarni wikana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Januari 2018
Kala Cinta Tiada Berguna

Cinta ... sebuah rasa yang mendapatkan tempat istimewa di benak manusia. Ketika cinta bersemi, dunia terlihat begitu indah. Rasa bahagia pun mengikuti. Tak heran jika banyak manusia mengagung-agungkan cinta.

Sungguh cinta merupakan bagian dari kebesaran Allah Subhaanahuu wata'alaa Rab pencipta alam semesta. Dia menciptakan manusia dengan sungguh luar biasa. Dia-lah yang melengkapi manusia dengan panca indera dan berbagai perasaan. Semua itu dimaksudkan agar manusia dapat bertahan hidup.

Begitu pula dengan cinta. Allah SWT tumbuhkan rasa cinta dalam diri manusia agar manusia saling menjaga, saling melindungi, dan melanjutkan keberlangsungan keturunan manusia. Karena rasa cinta, laki-laki dan wanita saling tertarik. Menikah, membangun sebuah keluarga, dan melahirkan anak-anak. Karena rasa cinta, seorang ayah rela bekerja keras untuk menghidupi istri dan anak-anaknya. Karena rasa cinta, seorang ibu rela berletih-letih untuk membesarkan anak-anaknya. Karena cinta, seorang anak berusaha menjaga kedua orang tuanya yang mulai memasuki usia senja.

Ya, rasa cinta mampu membuat manusia berkorban demi manusia yang lain. Semakin besar rasa cinta, semakin besar kemampuannya untuk berkorban.

Namun ternyata, akan datang hari dimana cinta tiada lagi berguna. Akan datang hari dimana
manusia tak lagi mempedulikan cinta. Sebesar dan setulus apapun cinta tak akan sanggup untuk membuat seorang manusia berkorban demi manusia lain. Hari dimana setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas segala amal perbuatannya selama hidup di dunia.

Di hari itu, suami tidak akan mempedulikan istrinya. Sekalipun selama di dunia begitu besar cintanya kepada istrinya. Ibu tidak akan mempedulikan anaknya, betapapun besar rasa kasih sayangnya pada sang anak. Anak tidak akan mempedulikan keluarganya, meskipun ia sangat mencintai mereka.

Tiap-tiap manusia akan sibuk dengan urusannya. Gelisah memikirkan amalnya. Apakah amalnya cukup untuk mengantarkannya ke surga? Ataukah menjadikannya berakhir di neraka? Aahh ... Pada akhirnya hanya amal kebaikan yang dapat menolong. Bukan cinta.

Sebagaimana dunia, cinta itu fana. Cinta dapat memudar dan hilang. Yang perlu dilakukan adalah menyandarkan cinta pada Allah Rab Yang Tiada Berawal dan Tiada Berakhir. Tumbuhkan cinta yang dapat membawamu dekat pada-Nya. Perkuatlah cinta yang membuatmu melakukan amal kebaikan demi ridho-Nya. Entah itu cintamu pada istrimu, pada suamimu, ataupun pada anak-anakmu. Karena pada akhirnya Dia-lah tujuan dari cinta yang kau punya.

                                                   * * *

Bacalah dengan nama Tuhanmu ( الله )

بسم الله الر حمن الرحيم

(فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ)

Maka apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua),

(يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ)

pada hari itu manusia lari dari saudaranya,

(وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ)

dan dari ibu dan bapaknya,

(وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ)

dan dari istri dan anak-anaknya.

(لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ)

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.

[Surat 'Abasa 33-37]

  • view 71