Bahagia Itu Bersama-Mu

istighfarni wikana
Karya istighfarni wikana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 19 September 2016
Bahagia Itu Bersama-Mu

Akhirnya kutemukan. Bahagia itu ketika bersama-Mu. Ada ketenangan di sana. Ada kepasrahan pada-Mu. Mengikuti apa yang menjadi kehendak-Mu. Kau memenuhi kekosongan dalam diriku.

Ada masanya aku bingung dengan kehampaan. Serasa ada yang kosong dalam diriku. Ku coba untuk mengisinya. Ku penuhi dengan hiburan dan kesenangan. Ya, cukup menyenangkan ... untuk sesaat. Namun saat kembali ke kehidupan nyata, kehampaan itu masih menyapa. Ku coba isi dengan materi. Namun rasanya hanya begitu-begitu saja. 

Ada kalanya aku merasa menemukan jawabannya dalam cinta seorang anak adam. Seolah-olah itu bisa melengkapi diriku. Aah, ternyata aku salah. Cinta manusia itu datang dan pergi. Cinta itu bisa memudar. 

Bodohnya aku. Menyandarkan diri pada hal-hal yang bersifat fana. Alih-alih menghilangkan kehampaan, malah luka menganga yang kudapatkan.

Kudapati diriku pada satu titik terlemah. Merenungkan perjalanan hidupku. Mempertanyakan keberadaanku. Adakah hidupku bermakna?

Jikalau rata-rata umur manusia adalah enam puluh tahun, maka sudah setengah perjalanan aku tempuh. Tidak ada jalan kembali. Tidak bisa membatalkan hal yang telah terjadi. Hanya ada satu pilihan. Terus lanjutkan perjalanan. 

Tak ingin sisa perjalananku sia-sia. Ku coba menjalani hidup dengan penuh kesadaran di setiap langkahnya. Melangkah bersama-Mu. Tidak sekedar menjalani hidup seolah-olah menggunakan autopilot. Tidak sekedar melewati tahap kehidupan seperti yang "diharuskan" oleh orang-orang sekitar. 

Disanalah Dirimu. Tersenyum padaku. Jika aku berjalan ke arah-Mu, Kau mendekatiku dengan berlari. Dan aku tahu aku akan baik-baik saja, karena aku bersama-Mu. Ku berharap hati ini akan selalu terikat dengan-Mu. Karena sudah kutemukan. Bahagia itu ketika bersama-Mu.

  • view 146