Tanggung Jawab yang Terlupakan Dibalik Sebuah Keinginan

istighfarni wikana
Karya istighfarni wikana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 05 September 2016
Tanggung Jawab yang Terlupakan Dibalik Sebuah Keinginan

Keinginan. Hal yang selalu ada dalam diri manusia. Beribu keinginan. Lagi, lagi, dan lagi. Entah itu keinginan yang sepele, ataukah keinginan besar yang membutuhkan upaya keras untuk mewujudkannya. Namun selalu saja ada keinginan dalam diri manusia.

Ada yang mengatakan memiliki keinginan itu bagus. Bisa menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih baik, karena ada dorongan untuk memperbaiki diri. Bisa menjadikan manusia menjadi lebih kreatif. Membuat manusia memikirkan berbagai cara untuk bisa mewujudkan keinginannya.

Namun faktanya, keinginan juga bisa membuat kehidupan menjadi rumit. Tak sedikit yang terlalu banyak memiliki keinginan. Terlalu memaksakan diri memenuhi ingin ini itunya. Tanpa mampu mengukur kemampuan sendiri. Lantas menggunakan cara-cara yang kurang baik untuk memenuhi keinginannya. Dan berakhir dengan terbelit keinginannya sendiri.

Manusia harus belajar caranya mengatakan "cukup" pada dirinya sendiri. Terutama untuk keinginan-keinginan yang bersifat duniawi. Karena memang takkan pernah ada habisnya. Ibarat meminum air laut, semakin diminum akan semakin haus. Tidak akan pernah terpuaskan.

Mensyukuri setiap hal yang dipunyai adalah salah satu cara untuk bisa mengendalikan keinginan. Membuat manusia tetap membumi. Tidak silau dengan yang di atas dan masih mengingat yang ada di bawah.

Tidak mudah menjadi manusia yang selalu bersyukur dalam setiap keadaan. Karena manusia cenderung untuk mudah bersyukur atas hal-hal yang disukai. Dan lupa mensyukuri hal-hal yang menyakitkan. Padahal manusia tidak akan pernah tahu mana yang lebih baik baginya, kesenangan ataukah kesedihan.

Terkadang, manusia juga lupa bahwa dibalik sebuah keinginan ada tanggung jawab yang mengikuti. Hanya fokus pada terwujudnya keinginan, tanpa memikirkan tanggung jawab yang muncul setelahnya. Mungkin tidak terkabulnya keinginan sesuai kehendak manusia adalah salah satu bentuk kasih Allah subhanahu wata'ala. Karena Dia tahu jika keinginan itu dikabulkan-Nya, ada kalanya manusia tak sanggup memikul tanggung jawab. Padahal pada akhirnya semua hal akan dimintai pertanggungjawaban oleh-Nya kelak.

Oleh karena itu, bijaklah dalam memilih sebuah keinginan. Pilihlah keinginan yang bisa memberikan kebaikan diri dalam jangka panjang. Bukan sekedar keinginan yang memberikan kebahagiaan di dunia semata, namun juga akhirat.

Mungkin ada sebagian orang (salah satunya aku) berpendapat bahwa kehidupan manusia akan lebih sederhana jika tidak terlalu banyak keinginan. Bahkan kalau bisa tidak memiliki keinginan. Mungkinkah? Bisakah manusia tanpa keinginan? Namun inilah ironi kehidupan. Tidak ingin memiliki keinginan itupun adalah sebuah keinginan, bukankah begitu?

  • view 292