Canda Pagi Ini

istighfarni wikana
Karya istighfarni wikana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 Agustus 2016
Antara Surabaya Makkah

Antara Surabaya Makkah


Terkadang, ada hal-hal yang hanya bisa diperoleh melalui sebuah perjalanan. Dan ini adalah perjalananku.

Kategori Acak

808 Hak Cipta Terlindungi
Canda Pagi Ini

Sungguh pemandangan yang tidak biasa. Memulai hari dengan memandang bangunan yang bagiku adalah bangunan terindah di dunia. Ka'bah Al Musyarrofah. 

Bagai sebuah mimpi bisa berada di sini. Di rumah Rab-ku. Di kota yang disucikan oleh bapak dari para nabi dan rasul, Ibrahim 'alaihissalam. Menapaki jalan yang sama dengan Rasulullah dan para khulafaur rasyidin. Sungguh bukan hal biasa untuk memulai sebuah hari. Namun itulah salah satu hariku. Salah satu hari terbaik dalam hidupku. Laksana sebuah pelangi setelah hembusan badai yang memporak-porandakan hidupku. 

Satu putaran. Dua putaran. Tiga putaran. Kulalui dengan untaian doa-doa terbaik bagiku. Bagi keluargaku. Bagi sanak saudaraku. Bagi teman-temanku. Bagi semua orang yang kucintai. 

Begitu banyak harapan dan keinginan untuk dicapai. Namun harapan terbesar terletak antara rukun yamani dan hajar aswad. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah waqinaa adzaabannar. Adakah harapan yang lebih besar dari itu? Rab-ku telah menjamin rizkiku, namun tidak menjamin akhiratku.

Sungguh aku sangat bahagia hari ini. Telah kutitipkan masa laluku pada-Nya. Kesakitanku. Kesedihanku. Kemarahanku. Semua kutinggalkan di tempat ini. 

 Kebahagiaan ini membuatku melihat dunia dengan lebih baik. Menyadari di sini begitu banyak wajah-wajah yang sungguh menyenangkan jika dipandang. Membuatku ingin bercanda dengan-Nya, "Begitu banyak hamba-Mu di sini hari ini. Apa tidak ada sesosok lelaki beriman, berakhlak mulia, dan menyenangkan jika dipandang yang bisa Kau jadikan sebagai pendamping hidupku ya Rab?" ... hehehe, aku geli sendiri dengan perkataanku pada-Nya.

Kurasa, hari ini adalah waktu untuk me-restart hidupku untuk kesekian kalinya. Dan pada putaran ketujuh, seraya tersenyum, kukatakan pada-Nya , "Aku serius dengan candaanku tadi ya Rab."

 

Masjidil Haram, Makkah; 22 Ramadhan 1437 H/27 Juni 2016

  • view 187