Membawa Hatiku Pulang

istighfarni wikana
Karya istighfarni wikana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 20 Juli 2016
Antara Surabaya Makkah

Antara Surabaya Makkah


Terkadang, ada hal-hal yang hanya bisa diperoleh melalui sebuah perjalanan. Dan ini adalah perjalananku.

Kategori Acak

954 Hak Cipta Terlindungi
Membawa Hatiku Pulang

Kau tahu, apa yang membuatku menjadi seperti diriku sekarang ini? Hatiku. Ya, hati. Hal luar biasa yang diberikan oleh Rab semesta alam kepada manusia.

Hati menentukan jenis manusia di dunia ini. Ada manusia yang baik. Ada pula yang jahat. Namun, bukan karena hati jika aku menjadi baik. Sama halnya, bukan salah hati jika aku menjadi jahat. Karena ia diberikan Rab-ku dalam keadaan suci. Netral. Perjalanan kehidupan manusia mengubahnya. Menjadi bercahaya, ataukah kelam.

Liku perjalanan kehidupan pastilah tidak sama antara manusia satu dengan yang lain. Namun yang pasti, hidup tidak selalu menyenangkan. Pun tidak melulu menyedihkan. Dan hati manusia pun berubah. Merespon setiap hal yang terjadi. Suka atau duka.

Ada kalanya muncul rasa tidak terima atas apa yang terjadi. Muncul berbagai pertanyaan dalam hati. Mempertanyakan, mengapa kehidupan orang lain lebih mudah? Mengapa kehidupan orang lain sangat bahagia? Mengapa kehidupan orang lain begitu sempurna? Dan beribu pertanyaan mengapa lainnya. Kala jiwa tak kuasa menahan, amarah dan kesedihan pun meluap. Iri dengki menyelinap dalam hati. Membuatnya kotor. Membuatnya sakit.

Mungkin pernah kita dapati orang yang selalu menyakiti orang lain. Sering berbuat keburukan. Kini aku bisa memahami. Memahami, bukan membenarkan. Karena dibalik tindakannya, ada hati yang sakit. Ada hati yang pernah mengalami hal yang pahit. Dan aku, hampir saja menjadi orang yang seperti itu.

Ya, hampir. Diriku sungguh beruntung. Rab-ku masih mau menggenggamku. Menarikku, hingga tak jatuh lebih jauh lagi. Sebuah berkah yang sangat luar biasa bagiku. Karena mungkin orang lain tak seberuntung diriku.

Dan kini, aku membawa hatiku pulang. Pulang ke rumah pemiliknya. Hanya Dia yang bisa menyembuhkan. Membersihkannya dari segala penyakit hati. Dengan satu harapan, membawa kembali hati yang baru. Hati yang bening dan bercahaya.

 

Suatu tempat di antara Madinah dan Makkah, 20 Ramadhan 1437 H / 25 Juni 2016 

 

  • view 227