Mimpi-Mimpi Itu

istighfarni wikana
Karya istighfarni wikana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 10 Juni 2016
Mimpi-Mimpi Itu

Mengapa kau datang lagi dalam mimpi-mimpiku? Ada apa denganmu? Atau, ada apa denganku (lagi)?

Dulu, hampir setiap malam aku terbangun di tengah malam. Terkejut. Ketakutan. Berkeringat dingin. Kau membangunkanku. Dalam mimpiku.

Kau menorehkan luka pada jiwaku. Menumbangkanku. Kau tahu, bagaimana seorang penebang menumbangkan sebuah pohon dengan kapaknya? Bukan dengan sekali atau dua kali pukulan. Namun puluhan. Bahkan ratusan pukulan. Kau bukan pukulan terberat yang pernah aku terima. Namun kau memberiku pukulan keseratus. Tepat di jantungku.

Namun sudahlah. Mungkin memang harus seperti itu jalannya. Aku hanya ingin berdamai dengan hatiku. Melewati malam-malam tanpa harus terbangun di tengah malam.

Kupikir aku sudah melewatinya. Puluhan malam tanpa mimpi itu. Namun mengapa kau datang lagi dalam mimpi-mimpiku? Ada apa denganmu? Atau, ada apa denganku (lagi)?

Aaah ... Mungkin ini bukan tentangmu. Mungkin selama ini adalah tentangku. Rab-ku ingin mengajarkan arti sebuah kata sakit dan maaf. Agar aku tak mudah menyakiti orang lain. Agar aku menurunkan ego untuk bisa meminta maaf dan memaafkan. 

Dia mengajarkan sebuah pelajaran besar. Arti sebuah penerimaan, bukan sekedar melupakan. Mungkin Dia ingin aku belajar untuk bisa tersenyum padamu. Dalam mimpiku.

 

2016-06-10

  • view 91