Tawa dan Tangis

Istajib Sulton Hakim
Karya Istajib Sulton Hakim Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 22 Februari 2016
DIA(M)

DIA(M)


Kategori Acak

940 Hak Cipta Terlindungi
Tawa dan Tangis

Bahasa adalah alat yang digunakan manusia di bumi ini, bahasa adalah cara orang menyampaikan segala sesuatu yang ingin ia utarakan pada lawan bicara ataupun lawan main, ini bisa berupa benda mati ataupun benda hidup, macam macam bahasa sangatlah banyak di dunia ini, berbeda orang berbeda bahasa, berbeda daerah berbeda bahasa, berbeda suku berbeda bahasa, berbeda ras berbeda bahasa, berbeda golongan berbeda bahasa, intinya bahasa adalah alat untuk menyambungkan objek yang satu dengan objek yang lain, karena tidak ada yang tak berbahasa.

Bahasa bisa diucapkan, bisa juga melalui perbuatan seperti bahasa isyarat ataupun bahasa tubuh, orag sering salah paham karena bahasa, tak jarang pula konflik berawal dari salah pengertian bahasa, kesalahpahaman akan bahasa, seperti salah nada bahasa, yang sebenarnya harus dikatakan lirih namun dikatakan keras atau sebaliknya.

Namun ada satu bahasa yang semua orang pasti megerti dan setiap makhluk juga akan tahu yakni bahasa Tangis dan Tawa, bahasa ini sederhana, bahasa ini lahir secara alami dan naluriah, bahasa ini bisa saja dikarang tapi orang bisa tahu mana tangis palsu mana tangis yang asli benar-benar dari hati, orang bisa menilai mana Tawa yang dibuat-buat ataupun Tawa yang sebenarnya berdasarkan ketulusan.

Tangis dan Tawa adalah bahasa yang bisa dimengerti hampir seluruh umat manusia, bahkan saat bayi pertama kali lahir bahasa yang ia pakai adalah bahasa tangis, dan membuat orang disekitarnya tertawa, tangis dan tawa erat sekali kaitannya bahkan dari kita menghirup udara di dunia ini, karena tangis dan tawa adalah sebuah bahasa dengan ikatan yang sangat dalam karena kesederhanaan itu.

Sederhana dan tulus itulah bahasa tangis dan tawa, bahasa yang pertama lahir di dunia ini jauh sebelum manusia membeda-bedakan bahasa dan mengklasifikasikan dalam kotak-kotak kecil yang akhirnya akan memunculkan beberapa fariasi dalam berkomunikasi.

Satu bahasa tak selamanya bisa saling mengenal ataupun saling mengerti, satu logat tak selamanya sejalan, satu cengkok tak selamanya selaras tapi satu hal yang pasti tangis dan tawa adalah bahasa yang sederhana dan orang akan seragam menilainya sebagai tangis dan tawa itu sendiri.

  • view 170