Aku dan Novel

Istajib Sulton Hakim
Karya Istajib Sulton Hakim Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 Februari 2016
Aku dan Novel

banyak orang bertanya kenapa kau menyukai novel? kenapa kau begitu menyukai karya fiksi, awas hati-hati suatu saat nanti kehidupanmu akan sedramatis cerita pada tiap bagian novel, awas kamu terlena dan terlalu asyik masuk dalam dunia khayalmu dan tak mampu move on dari sana dan bisa jadi kehidupan nyatamu akan terbengkalai. selalu itu yang orang lain ingatkan dari diriku ketika senang sekali membaca novel, mereka memintaku untuk tak perlu membaca hal yang tak perlu dan melankolis begitu, mereka menganggap seseorang yang senang membaca novel adalah orang yang melankolis cenderung meratapi hidupnya dan tak bisa diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

aku selalu tersenyum menghadapi hal yang semacam ini, karena dengan apa lagi aku harus melawan, karena bagiku novel itu ibarat sebuah laboratorium kehidupan yang dibentuk sedemikian rupa menjadi kumpulan kata yang berbaris rapi membentuk satu kesatuan yang bisa runtut bisa acak mengandung arti yang tersirat maupun tersurat, laboratorium dimana bisa melakukan ekperimen ataupun cukup mengambil data eksperimen yang telah dilakukan orang lain, jadi menurutku novel itu sangat ilmiah, kejadiannya bisa berupa yang pernah terjadi sebelumnya oleh sang penulis ataupun kejadian orang lain yang diberikan sedikit polesan sehingga lebih menarik, ataupun kejadian yang sebenarnya setiap orang mengalami tapi sering mengabaikan mengnggapnya adalah proses yang biasa namun sesungguhnya adalah hal yang tak bisa kita lewatkan begitu saja, namun apakah mereka mengerti?

bukannya aku melankolis atau sok romantis, aku hanya menikmati karya yang menurtutku luar biasa dan patut untuk kita apresiasi bersama, karena dari novel kita bisa belajar kebudayaan, kultur, bahasa, kebiasaan, tabiat, atau apapun yang mungkin jarang kita temukan di buku pelajaran dengan bahasa yang menyenangkan, mudah dipahami dan tidak membuat pusing ketika otak kita menerima, bahasa yang biasa digunakan novel itu renyah, gurih, sehingga terkadang membuat kecanduan, namun tenang bukankah kecanduan membaca itu bukanlah hal yang buruk?

belajar itu bukan hanya dari buku formal saja, atau buku diktat yang sudah disusun sedemikian rupa sehingga perlu proses dan tahapan yang sangat rinci, namun dengan novel kita hanya perlu menikmati jalannya cerita, memehami apa yang tokoh lakukan dan tokoh kerjakan, karena bukankah belajar itu harus kita nikmati tanpa harus ada paksaan agar ilmu yang kita inginkan bisa didapatkan dengan baik, bukankah indah sekali jika nilai yang bisa kita petik berasal dari hal yang sangan menyenangkan?

tentang novel sebenarnya adalah tentang rasa, tentang kepekaan, tentang perasaan, dan mau mengerti akan suatu sebab akibat yang akhirnya dirangkai dengan sebuah kalimat yang mewakilinya dengan bahasa yang sederhana nan indah, berpikir terlalu banyak juga membuat kita sulit untuk mengembangkan kreatifitas kita, membaca novel mungkin bisa membuat otak kita kembali rileks dan tenang.

karena sesungguhnya novel itu adalah buah dari sebuah cinta.

  • view 166