Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 4 Februari 2018   19:28 WIB
Pemimpin ke 18 Upu Latu Sahusiwa

Sistem Pemerintahan Desa di Maluku pada rezim adat dikenal dengan Pemerintah Negeri dan umumnya berlaku di Kota Ambon dan Kabupaten Maluku Tengah. Seperti hal Negeri-negeri lainnya di di Maluku tengah, Negeri Siri-sori Islam tanggal 27 Januari kemarin baru saja melaksanakan kegiatan pelantikan Upu Latu Sahusiwa (Raja/kepala desa) secara pemerintahan dan adat. Kekhasaan yang berlaku di Maluku khususnya Kota Ambon dan Kabupaten Maluku tengah memang menjadi perbedaan tersendiri dengan dinamika yang ada di Indonesia.

Pemerintah Negeri adalah merupakan basis masyarakat adat dan memiliki batas-batas wilayah darat dan laut yang jelas yang disebut petuanan negeri, dan sistem pemerintahan yang bersifat geneologis atau berdasarkan garis keturunan. Pemerintahan Negeri menurut Peraturan Daerah Kabupaten Maluku Tengah Nomor 01 Tahun 2006 Tentang Negeri merupakan penyelenggaraan urusan Pemerintahan oleh Pemerintah Negeri dan Saniri Negeri dalam mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat setempat berdasarkan hak asal usul dan adat istiadat setempat dan diakui dan dihormati dalam sistem Pemerintah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sejatinya sistem itu memang berlaku di Maluku umumnya, namun pemberlakuan dengan peraturan daerah hanya dipakai di dua kabupaten kota itu saja, tak heran dibeberapa wilayah lainnya du pulau Seram atau belahan lain di provinsi Maluku sistem dengan garis mata ruma parentah masih dipakai, walau di beberapa daerah lainnya sistem dengan pemilihan juga masih dipakai.

Negeri 'Sirisori Islam' terletak di pulau Saparua, Maluku tengah. Tepatnya diseberang timur kota Ambon. Sirisori Islam merupakan wilayah pesisir dengan luas sekitar 633,1 Hektar. Penduduknya yang berkisar 2600 jiwa itu bekerja sebagai nelayan dan petani. Negeri yang oleh Adista pattisahusiwa disebut sebagai “dayung sampan dan pohon sagu, harum cengkeh pala selalu tercium di Kampung Halamanku”. Negeri yang berada diketinggian 10 Meter permukaan laut ini memiliki Pesona Islam yang tersembunyi negeri yang mungkin memeiliki badan syariah (takmir Masjid) yang tertua di Indonesia, dimana di era  1283 masehi dibawah kepemimpinan Aliwanta inilah terbentuk “Upu Labeo” yaitu Badan Syariah atau disebut juga dengan Hakim Syariah, yang tugasnya mengurus Masjid. Terdapat dua periodisasi kepemimpinan pasca Syech Abdurrahman Assagaf (seorang mubaligh asal Bagdhdad) yaitu periodisasi kepemimpinan “Upu Latu” dan periodisasi kepemimpinan raja-raja. Periodisasi kepemimpinan Upu Latu berlangsung dari tahun 1283 – 1700. Sedangkan periode kepemimimpinan raja-raja berlangsung dari tahun 1812 s.d. sekarang.

Masyarakat Siri-sori islam rata-rata menyambut baik dengan memberikan dukungan yang sangat luar biasa, Banyak harapan yang di dambakan dari segenap masyarakat Negeri ini dengan kesimpulan yang sama menginginkan adanya keberkahan di negerinya dengan adanya pemimpin baru seperti termaktub dalam doa saat proses pelantikan kemarin, sambil terus  mengharapkan dengan adanya raja baru bisa melakukan bersih-bersih di tingkat pemerintahan, adat maupun agama agar Negeri ini kembali berkah,

Sampai pada keputusan yang menyejukan atas dilantiknya orang tua kita Eddy pattisahusiwa sebagai Upulatu Sahusiwa jabatan tertinggi dari struktur adat masyarakat Siri-sori islam, Negeri ini membutuhkan pemimpin teladan pemimpin yang mumpuni dan sadar akan tugasnya, teladan baik yang pernah ditunjukan oleh junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW, sahabat, tabi’in, tabi’it dan salafatul salih. Abu bakar Ash sidiq  sebagai khalifah sangat bersedih jika masyarakatnya kelaparan, tak heran beliau tak sungkan-sungkan membawa sendiri keperluan makanana bagi rakyatnya yang kelaparan, hal serupa pernah dilakukan khalfah umar ibn abdul azis  ia memerintah dengan sangat adil hingga rakyatnya merasa tentram dan zaman, keamanan terjadi hingga mereka tidak merasa was-was, bahkan diceritaka kesejahteraan tidakk hanya dirasakan oleh manusia tapi juga hewan, Subahanallah. Meneladani atau meniru seperti sahabat-sahabat Rasulullah bukanlah hal yang mustahil tapi setidaknya mengikuti jejaknya bukanlah sesuatu yang tak mungkin,. Begitu besarnya pengharapan yang yang diinginkan moga kelak, Upulatu H. Eddy Pattisahusiwa bisa memenggam amanah menuju negeri yang Baldatun Thayyibatun Warabun Ghafur… Insya Allah

Karya : is pelupessy