Berpulangnya Sang Negarawan , AM Fatwa Ikon Perlawanan

is pelupessy
Karya is pelupessy Kategori Politik
dipublikasikan 15 Desember 2017
Berpulangnya Sang Negarawan , AM Fatwa Ikon Perlawanan

               Innalillahi Wainnilahirajiun, beribu bahkan berjuta mungkin ucapan duka cita mengalir saat mendengar kabar seorang tokoh besar yang lahir dari rahim ibu pertiwi ini, sosok yang dikagumi banyak orang itu telah wafat, Andi Mappetahang Fatwa begitu nama lengkapnya. Beliau sakit kanker hati, begitu informasi yang beredar. Sosok yang selama ini lebih dikenal dengan nama AM Fatwa ini  terlahir dari keluarga bersahaja meskipun masih termasuk bangsawan Bone, almarhum wafat dalam usia 78 tahun.

             Di Indonesia, tokoh seperti AM Fatwa bisa dihitung dengan jari. Kecintaan terhadap Indonesia membuat dirinya ikhlas menempuh resiko mengorbankan kebebasannya, demi idealismenya tentang kebenaran dan keadilan bahkan nyawanya pun taruhannya. Setiap rezim berubah menjadi otoriter, Pak Fatwa-lah tokoh yang berada paling depan melawan. Dia menjadi ikon perlawan dan sikap kritis terhadap rezim Orde Lama dan Orde Baru," kata Fahira dalam keterangan tertulisnya kepada detikcom, Kamis (14/12/2017). Dengan bejibun organisasi kepemudaan mahasiswa yang digeluti, sederet jabatan Publik yang diembani membuat beliau matang secara politik, matang sebagai seorang negarawan, ternyata tidak membuat hilang kekritisannya dalam berbuat untuk bangsa. Hidup dari penjara ke penjara akibat kasus politik yang menderanya dari zaman Orde Lama dan Orde Baru, menunjukan integritas beliau dalam berjuang tentang keadilan bagi bangsa ini. Sosok yang juga Mubaligh ini menjadi terkenal dalam kasus tanjung priok

            Belau negarawan sesungguhnya, dalam ingatan Haedar Nashir Ketua Umum Muhammadiyah, almarhum AM Fatwa tidak pernah dendam hingga lengsernya pak Harto bahkan beliau juga tidak membenci bahkan mencaci, sekalipun pernah dijebloskan di penjara saat rezim orde Baru itu. Beliau rela status PNS nya terlepas akibat berjuang bagi masyarakat  Jakarta dalam menuntut dan menegakan keadilan dalam kasus Tanjung Priok. Sosok pria Bone ini seorang Nasionalisme sejati yang tak pernah dendam dengan rejim-rejim yang pernah membuatnya menderita. Saat rezim begitu otoriter dan penguasa berubah menjadi diktator disitulah AM Fatwa berdiri membusungkan dadanya melawan sang tiran, tak heran akan selalu muncul para aktivis yang melawan seperti yang berada dalam diri sang tokoh ini. Diteror dengan kekerasan, disiksa di tahanan, hingga dipenjara menjadi risiko yang harus dijalani. "Dia rela tubuhnya didera, jiwanya dibelenggu dan kebebasannya direnggut demi konsistensinya memihak kebenaran dan menyuarakan suara rakyat yang dizalimi. Dia rela kehilangan sebagian besar umurnya di penjara demi melihat Indonesia menjadi negara besar yang demokratis. Jika bicara konsistensi, keberanian, dan bertanggung jawab, AM Fatwa-lah orangnya," jelas Fahira idris kawan Senator Almarhum di DPD, Selamat jalan wahai Negarawan sejati. “Allahummaghfirlaha warhamha wa ‘afiha wa’fuanha.”

  • view 147